Dunia teknologi, khususnya ranah chipset flagship, sedang mengalami fase yang cukup membingungkan bagi konsumen awam maupun antusias. Skema penamaan seri Snapdragon 8 dari Qualcomm yang tadinya sederhana, kini berubah menjadi teka-teki rumit dengan kehadiran Snapdragon 8 Gen 5. Situasi ini menuntut kejelian ekstra sebelum Anda memutuskan untuk meminang ponsel pintar kelas atas terbaru. Apakah angka yang lebih tinggi selalu menjamin performa yang lebih buas? Ternyata, jawabannya tidak sesederhana itu.
Jika dilihat sekilas dari namanya, Snapdragon 8 Gen 5 terdengar seolah-olah merupakan suksesor langsung yang jauh lebih superior dibandingkan Snapdragon 8 Elite maupun Snapdragon 8 Gen 3. Logika penomoran memang menggiring opini publik ke arah sana. Namun, realitas di lapangan menunjukkan fakta yang berbeda. Untuk memahami posisi sebenarnya dari setiap cip, kita perlu membedah keputusan penamaan Qualcomm yang baru-baru ini membuat banyak pihak di industri teknologi mengernyitkan dahi.
Memahami hierarki ini sangat krusial agar Anda tidak salah menyimpulkan kemampuan perangkat yang akan dibeli. Bayangkan kekecewaan yang muncul jika Anda membeli perangkat dengan asumsi mendapatkan performa tertinggi hanya karena namanya mengandung angka “5”, padahal ada opsi lain dengan label berbeda yang justru lebih bertenaga di sektor tertentu. Mari kita luruskan benang kusut ini dan melihat data teknis yang sebenarnya.
Di Balik Kekacauan Nama Qualcomm
Hingga era Snapdragon 8 Gen 3, peta kekuatan chipset Qualcomm sangatlah jernih. Urutannya berjalan linier dari Gen 1, Gen 2, hingga Gen 3. Namun, kedatangan Snapdragon 8 Elite pada Oktober 2024 mengubah segalanya. Banyak yang mengira penerusnya akan bernama “Snapdragon 8 Elite Gen 2”, namun Qualcomm justru melompat. Snapdragon 8 Elite sejatinya adalah generasi keempat dari platform seri 8 premium ini.
Kejutan berlanjut ketika Snapdragon 8 Gen 5 diumumkan pada November, hanya berselang singkat dari peluncuran Elite. Qualcomm sendiri menyadari potensi kebingungan ini dan menjelaskan bahwa Snapdragon 8 Elite Gen 5 adalah cip generasi kelima yang sejati. Sementara itu, varian yang hanya disebut “8 Gen 5” hadir sebagai versi flagship yang sedikit diturunkan spesifikasinya, namun tetap sangat kapabel. Ini adalah langkah strategis yang unik, di mana dua cip kelas atas dirilis berdekatan dengan target segmen yang sedikit beririsan.
Duel Benchmark: Angka Tidak Pernah Bohong
Untuk membuktikan klaim di atas, mari kita bedah hasil pengujian sintetis yang dilakukan pada perangkat OnePlus 15R (Snapdragon 8 Gen 5), OnePlus 13 (Snapdragon 8 Elite), dan OnePlus 13R (Snapdragon 8 Gen 3). Hasil dari Geekbench 6 memberikan gambaran yang cukup mengejutkan bagi mereka yang hanya melihat nama seri.

Dalam pengujian CPU di Geekbench, Snapdragon 8 Elite justru mengungguli Snapdragon 8 Gen 5 dengan margin yang cukup lebar pada performa single-core. Elite mencetak skor 3.026, sementara Gen 5 tertinggal di angka 2.837. Namun, Gen 5 berhasil melakukan comeback tipis pada pengujian multi-core dengan skor 9.352, sedikit di atas Elite yang meraih 9.306. Hal ini menunjukkan bahwa untuk tugas berat yang membutuhkan satu inti pemrosesan utama, Elite masih memegang mahkota performa. Performa ini juga terlihat pada bocoran perangkat seperti iQOO Z11 Turbo yang mulai bermunculan.
Beralih ke AnTuTu, dominasi Snapdragon 8 Elite kembali terlihat. Meskipun Snapdragon 8 Gen 5 memiliki skor CPU 6% lebih tinggi, Elite membalas dengan telak di sektor grafis (GPU) dengan skor 12% lebih tinggi. Secara total, Snapdragon 8 Elite nyaris menyentuh angka keramat 3 juta poin (2.994.563), sedangkan Snapdragon 8 Gen 5 harus puas di angka 2,96 juta. Ini menegaskan posisi Elite sebagai raja performa grafis saat ini.

Baca Juga:
Bedah Spesifikasi: Arsitektur dan Manufaktur
Apa yang menyebabkan perbedaan performa ini? Jawabannya terletak pada “dapur” pembuatannya. Ketiga cip ini diproduksi oleh TSMC, namun dengan teknologi yang berbeda. Snapdragon 8 Gen 5 menggunakan node proses 3nm (N3P) yang canggih, yang secara teknis sedikit lebih baik daripada node 3nm (N3E) yang digunakan oleh 8 Elite. Keduanya tentu jauh lebih efisien dibandingkan teknologi 4nm (N4P) milik 8 Gen 3.
Pada sektor CPU, baik 8 Gen 5 maupun 8 Elite menggunakan konfigurasi yang sama, yaitu 2 inti prime dan 6 inti performa. Namun, ada perbedaan generasi pada inti Oryon yang digunakan. Snapdragon 8 Gen 5 menggunakan Oryon generasi ke-3 dengan kecepatan clock 2 x 3.8 GHz dan 6 x 3.32 GHz. Uniknya, meskipun menggunakan inti generasi yang lebih lama (generasi ke-2), Snapdragon 8 Elite mampu menawarkan performa CPU yang lebih tinggi berkat clock speed yang dipacu lebih kencang, yakni 2 x 4.32 GHz dan 6 x 3.53 GHz. Inilah alasan mengapa Elite unggul di skenario single-core.
Grafis dan Gaming: Siapa Juaranya?
Bagi Anda para gamer, sektor GPU adalah penentu segalanya. Di sinilah letak perbedaan paling signifikan. Snapdragon 8 Gen 5 dibekali dengan GPU Adreno 829. Secara teknis, ini adalah versi “binned” atau versi yang sedikit dipangkas kemampuannya dari Adreno 840 milik 8 Elite Gen 5 (versi tertingginya). Di sisi lain, Snapdragon 8 Elite menggunakan Adreno 830.
Adreno 830 pada Elite mampu mencapai performa grafis yang lebih tinggi dengan efisiensi daya yang lebih baik. Rahasianya terletak pada arsitektur sliced dengan jumlah inti pemrosesan yang lebih banyak serta frekuensi yang lebih tinggi. Tidak hanya itu, 8 Elite juga mendapatkan keuntungan eksklusif dari adanya memori performa tinggi Adreno (HPM) yang absen pada dua cip lainnya. Jadi, jika tujuan utama Anda adalah performa gaming rata kanan, Elite masih menjadi pilihan utama.
Kamera dan Konektivitas: Keunggulan Tersembunyi Gen 5
Meskipun kalah di sektor grafis murni, Snapdragon 8 Gen 5 memiliki kartu as di sektor fotografi. Cip ini menggunakan Triple AI ISP 20-bit, yang menawarkan kedalaman warna dan kemampuan pemrosesan yang lebih ditingkatkan dibandingkan ISP 18-bit milik 8 Elite dan 8 Gen 3. Kemampuan ini memungkinkan segmentasi semantik real-time tanpa batas, sebuah fitur yang sangat berguna untuk pemrosesan foto berbasis AI.
Dalam hal konektivitas, Snapdragon 8 Gen 5 dan 8 Elite berbagi modem yang sama, yaitu Snapdragon X80 5G. Modem ini menawarkan efisiensi daya yang lebih baik dan latensi yang lebih rendah dibandingkan modem X75 milik 8 Gen 3. Fitur-fitur modern seperti Bluetooth 6.0, teknologi Snapdragon Audio Sense, serta dukungan satelit juga hadir di kedua cip terbaru ini. Hal ini sangat relevan mengingat perangkat masa depan seperti Realme Neo 8 diprediksi akan memanfaatkan efisiensi modem ini untuk mendukung baterai kapasitas jumbo.
Kesimpulannya, Snapdragon 8 Gen 5 adalah opsi upgrade yang sangat logis bagi pengguna Snapdragon 8 Gen 3. Anda akan mendapatkan ISP yang lebih baik, konektivitas modern, dan lonjakan performa yang nyata. Namun, bagi Anda yang sudah memegang perangkat dengan Snapdragon 8 Elite, beralih ke Gen 5 bukanlah sebuah peningkatan, melainkan langkah menyamping—atau bahkan mundur di sektor grafis. Pilihlah dengan bijak sesuai kebutuhan spesifik Anda.

