Karyawan Google Tetap di Rumah Sampai Juli 2021

Telset.id, Jakarta  –  Google akan meminta sebagian besar karyawan untuk tetap di rumah sampai paling tidak Juli 2021. Hal itu diungkap oleh Wall Street Journal, mengutip sumber-sumber yang mengetahui masalah internal.

Seperti dikutip Telset.id dari Reuters, Senin (27/7/2020), Kepala Eksekutif Alphabet, Sundar Pichai, sudah membuat keputusan sendiri pada minggu lalu setelah terjadi perdebatan di antara kelompok internal eksekutif perusahaan.

{Baca juga: Akibat Virus Corona, Ribuan Googlers Dapat “Cuti Bersama”}

Google tidak segera menanggapi permintaan untukberkomentar. Google sebelumnya menyatakan akan mulai membuka kembali lebih banyak kantor pada awal Juni 2020. Tapi,mayoritas karyawan tetap di rumah sampai akhir 2020.

Google telah memberlakukan kebijakan kerja dari rumah atau work from home kepada hampir semua karyawan di dunia.

Kebijakan tersebut berlaku sejak beberapa bulan lalu seiring pandemi virus corona di seluruh dunia.

Apesnya, semua karyawan Google yang bekerja dari rumah tidak lagi dapat jatah uang makan. Padahal, selama bertahun-tahun, Google membanggakan diri soal aneka tunjangan untuk karyawan, termasuk terapis pijat dan kafetaria.

Menurut laporan New York Post, semua karyawan Google yang bekerja dari rumah selama wabah Covid-19 tidak lagi dapat jatah uang makan. Mereka pun tak dapat uang kebugaran.

{Baca juga: Begini Cara Google Tangkal Hoaks Virus Corona}

Google telah membantah bahwa kebijakan tentang itu tergolong baru. Juru bicara perusahaan mengatakan bahwa para karyawan tidak diizinkan untuk mengeluarkan biaya makan atau makanan ringan sejak awal Maret 2020.

Sebelumnya, petinggi Google meminta para karyawan tidak panik menghadapi wabah corona. CEO Google, Sundar Pichai meminta para karyawannya untuk tetap tenang, karena banyak orang yang bergantung pada Google.

“Jutaan orang dan perusahaan di seluruh dunia bergantung pada kita (Google),” tegas CEO Google, Sundar Pichai, seperti dilansir New York Post, Minggu (8/3/2020).

Pernyataan itu disampaikannya seiring pembatalan konferensi pengembang tahunan, yang digadang bisa menarik lebih dari 7.000 peserta ke kantor pusat Mountain View, California, pertengahan Mei 2020 mendatang.

“Kami tahu ini adalah waktu yang sangat meresahkan bagi semua orang,” imbuh Pichai dalam memo yang merujuk kepada “kolega di Zurich”, yang dikarantina setelah terbukti positif kena virus corona pada minggu lalu.

{Baca juga: CEO Google Minta Karyawan ‘Selow’ Hadapi Wabah Corona}

Kendati demikian, Google memperingatkan 120 ribu karyawan di seluruh dunia untuk bersiap-siap bekerja dari rumah secara tak terduga serta membawa pulang laptop setiap malam.

Kepala Keuangan Google, Ruth Porat, meminta para karyawan untuk tinggal di rumah jika merasa tidak enak badan atau sakit. Google untuk sementara memaklumi kondisi.

Pichai mengatakan bahwa Google menjalankan pusat komando 24 jam untuk memantau perkembangan mengenai wabah corona. Ia meminta para karyawan untuk terus bekerja keras guna melalui masa sulit. [SN/HBS]

 

SourceReuters

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

September 2020, YouTube Setop Kontribusi Teks Komunitas

Telset.id, Jakarta  – Mulai 28 September 2020 mendatang, YouTube bakal menghentikan kontribusi teks komunitas. Kebijakan itu muncul sebagai respons...

Begini Cara Cek Data Nasabah KreditPlus yang Bocor

Telset.id - Ratusan ribu data nasabah KreditPlus bocor di internet. Bagi Anda nasabah KreditPlus, Anda bisa mengecek apakah Anda...

Youtuber Jangan Asal Sebar Konten Obat Covid-19 Tanpa Verifikasi

Telset.id, Jakarta - Belajar dari kasus Anji mengenai obat Covid-19, para Youtuber diminta jangan asal menyebar informasi atau konten...

Spesifikasi Lengkap Oppo Reno4 Jelang Peluncuran

Telset.id, Jakarta - Oppo Indonesia telah memastikan bahwa mereka akan meluncurkan Oppo Reno4 pada tanggal 6 Agustus mendatang. Smartphone...

Kangen Kampus, Mahasiswa Ini Kuliah di Minecraft

Telset.id, Jakarta  – Saking kangennya sama kampus lantaran lama tak studi, mahasiswa Universitas Ashoka di India membuat simulasi kuliah...
- Advertisement -