Aww! Hidung Peneliti Ini Tersangkut Magnet Saat jadi “Kelinci Percobaan”

Telset.id, Jakarta Peneliti asal Australia ini harus rela menahan sakit, usai hidungnya tersangkut magnet. Hidung peneliti ini tersangkut magnet ketika mengembangkan sensor wajah guna mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Menurut laporan dari CNN, peneliti tersebut bernama Daniel Reardon. Ia juga merupakan ahli astrofisika Australia.

Awalnya, Daniel sedang membuat sensor wajah yang dapat mendeteksi dan mengingatkan Anda jika Anda akan menyentuh wajah Anda.

{Baca juga: AI dari Alibaba Mampu Deteksi Virus Corona dalam Sekejap}

Sensor tersebut berguna untuk mengurangi perilaku menyentuh wajah tanpa sadar. Maklum, penularan Covid-19 biasanya terjadi ketika orang menyentuh wajah, sehingga virus masuk kelopak mata, saluran pernapasan dan juga mulut.

Dilansir Telset.id pada Rabu (01/04/2020), dalam mengembangkan sensor wajah untuk Covid-19 itu, Daniel menjadikan dirinya sebagai “kelinci percobaan”. Peneliti ini meletakkan magnet di telinga dan kedua lubang hidung.

{Baca juga: “Until Tomorrow” Viral di Instagram Selama Wabah Corona, Apa Itu?}

Nahas, rupanya ada yang tidak beres pada sensor ketika Daniel menyematkan magnet di lubang hidungnya. Magnet tersebut saling tarik menarik, dan membuatnya tersangkut di bagian septum hidung sang peneliti.

Daniel tidak bisa melepaskan magnet itu sendiri dan harus pergi ke rumah sakit untuk melepaskannya. Beberapa dokter dan perawat yang menangani kasus ini merasa kalau kejadian yang dialami Daniel cukup unik dan lucu.

Untungnya, dokter bisa melepaskan magnet di kedua lubang hidung Daniel dengan cara menarik magnet di setiap lubang hidung. Karena daya tarik yang kuat, proses penarikan tersebut dibantu oleh dua orang dokter.

{Baca juga: Peneliti Inggris Ciptakan Alat Tes Covid-19 yang Terhubung ke Smartphone}

Peneliti dari berbagai dunia terus menciptakan inovasi demi menekan penyebaran Covid-19. Misalnya para peneliti di Inggris yang tengah mengembangkan alat tes virus corona atau Covid-19 yang terhubung atau terintegrasi langsung ke smartphone. Tujuannya, agar proses tes Covid-19 bisa lebih cepat dari sebelumnya.

Perkumpulan peneliti dari Brunel University London, Lancaster University, dan University of Surrey menciptakan alat tes deteksi virus corona atau Covid-19 terbaru. Alat tersebut memiliki kehebatan, yakni mampu melaporkan hasil tes hanya dalam waktu 30 menit saja. (NM/MF)

This post was last modified on 1 April 2020 13:43