Kehilangan Rasa dan Penciuman Termasuk Gejala Covid-19

Telset.id, Jakarta  – Sudah banyak informasi tersebar tentang gejala Covid-19, terutama gejala awal pasien terkena virus Corona. Belum lama ini para peneliti memasukkan dua gejala pasien corona, yakni kehilangan penciuman dan hilangnya rasa pada makanan.

Beberapa gejala yang mungkin mengindikasikan seseorang terjangkit virus corona atau Covid-19 adalah demam, batuk kering yang menetap, dan sesak napas. Apa ada gejala lain?

Terkadang, saat seorang pasien mengalami demam, sulit bagi dokter untuk menentukan apakah positif virus corona. Dokter harus menggunakan alat tes Covid-19 guna memastikannya.

{Baca juga: AI dari Alibaba Mampu Deteksi Virus Corona dalam Sekejap}

Menurut laporan Ubergizmo, seperti dikutip Telset.id, Selasa (24/3/2020), baru-baru ini para dokter juga mengidentifikasi gejala potensial lain yang dapat membantu proses pengidentifikasian kasus Corona.

Mereka menyebut, kehilangan penciuman dan tidak dapat merasakan makanan termasuk gejala positif Covid-19. Para dokter akan menambahkan gejala tersebut ke daftar alat skrining untuk identifikasi Covid-19.

Akademi Otolaringologi-Kepala dan Leher Amerika Serikat telah menerbitkan di situs resmi, mengklaim bahwa ada bukti anekdotal yang menunjukkan bahwa anosmia dan dysgeusia bisa menjadi gejala.

“Anosmia, khususnya, telah terlihat di pasien yang akhirnya dites positif untuk virus corona tanpa memiliki gejala lain. Anosmia, hyposmia, dan dysgeusia masuk potensi infeksi Covid-19,” jelas mereka.

{Baca juga: Israel Pakai Teknologi Anti Terorisme untuk Lawan Virus Corona}

Keyakinan bahwa kehilangan penciuman dan tidak dapat merasakan makanan termasuk gejalas Covid-19 tidaklah mengejutkan. Sejak dulu, kehilangan penciuman secara tiba-tiba memang mengindikasikan infeksi pernapasan.

Sebelumnya, para ilmuwan juga berhasil mengungkap cara bagaimana virus Corona infeksi sel pernapasan manusia. Penemuan itu dilakukan oleh para peneliti di Westlake University di Hangzhou dan University of Texas di Austin.

Penemuan tersebut berguna untuk memahami bagaimana virus Corona bisa infeksi sel pernapasan manusia.

Dengan demikian, tenaga medis bisa mempercepat upaya untuk mengembangkan perawatan, bahkan menciptakan vaksin untuk membendung pandemi virus Corona di seluruh dunia.

{Baca juga: Ternyata Begini Cara Virus Corona Infeksi Sel Pernapasan Manusia}

Untuk menginfeksi inang manusia, virus Corona harus dapat masuk ke sel manusia secara individu. Mereka menggunakan mesin-mesin sel untuk menghasilkan salinan virus. Menurut laporan New York Post, virus kemudian tumpah dan menyebar ke sel-sel baru.

 

SourceUbergizmo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

5 Tips Biar Koneksi Internet Stabil Selama Video Conference

Telset.id - Selama work from home atau WFH, masalah yang biasanya terjadi adalah internet lambat alias lemot saat digunakan untuk...

Zoom Akui Salah, Panggilan Video Call Dialihkan ke China

Telset.id, Jakarta – Isu tak sedap masih terus menerpa Zoom. Kali ini, aplikasi video conference itu dihantam isu yang...

Ribuan Video Rapat Online Pengguna Zoom Bocor di Internet

Telset.id, Jakarta - Isu privasi pengguna Zoom seolah tak kunjung selesai. Dilaporkan, ribuan rekaman video rapat online milik pengguna...

Apple Produksi 20 Juta Pelindung Wajah untuk Tenaga Medis

Telset.id, Jakarta - Apple menjadi satu dari beberapa perusahaan teknologi yang turut produksi alat pelindung diri atau APD untuk...

Spotify Jadi Streaming Musik Terbesar, Kalahkan Apple Music dkk

Telset.id, Jakarta - Lembaga riset Counterpoint merilis laporan terkait layanan streaming musik berbayar di tahun 2019. Dalam laporan Counterpoint, Spotify...
- Advertisement -