Mimpi Telkomsel Ilmupedia untuk Pendidikan Indonesia

Telset.id – Telkomsel meluncurkan Ilmupedia Package, sebuah paket data yang secara khusus didedikasikan untuk memfasilitasi kebutuhan para siswa dalam mengakses layanan pendidikan berbasis teknologi. Dengan paket data Ilmupedia, para siswa akan mendapatkan quota data 2 GB untuk mengakses layanan edutech, plus 1 GB data yang bisa digunakan untuk beragam keperluan.

“Total quota datanya up to 3GB. 2GB untuk akses layanan edutech (Zenius, Quipper, Bahaso dan Cakap), dan 1 GB untuk akses data secara umum. Dan harga paketnya hanya Rp 25 ribu. Cocok untuk kantong pelajar,” jelas Vice President Mass Market Telkomsel Hastining B. Astuti saat diwawancara oleh tim Telset.id.

Telkomsel Ilmupedia sendiri tidak ingin berhenti menjadi paket data saja. Telkomsel terus mengembangkan Ilmupedia sebagai rumah untuk membangun akses pendidikan Indonesia yang berkualitas dengan teknologi.

Menurut wanita yang akrab disapa Naning ini, layanan Telkomsel Ilmupedia sejalan dengan visi Telkomsel untuk memajukan Indonesia dengan teknologi. Sebagai perusahaan yang memiliki jaringan hampir di seluruh pelosok Indonesia, maka Telkomsel ingin terus membangun Indonesia, salah satunya dengan membawa teknologi masuk ke dunia pendidikan.

“Kalo kita bicara Education Technology (Edutech) maka bagaimana teknologi bisa kita gunakan, kita manfaatkan untuk bisa memajukan edukasi di Indonesia.  inilah ide awal dibalik kelahiran Ilmupedia,” tutur Naning di Telkomsel Smart Office, Jakarta Kamis (06/03/2020).

Naning mengatakan bahwa Ilmupedia adalah rumah besarnya. Di dalamnya ada paket data (paket data ilmupedia) dan beragam aktifitas yang terkait dengan dunia pendidikan. Dan ini akan terus dikembangkan, seiring dengan visi Telkomsel membangun Indonesia Maju melalui teknologi.

Mimpi Telkomsel Ilmupedia

Salah satu aktifitas Telkomsel, dengan Ilmupedia sebagai rumah besarnya, adalah Kuis Ilmupedia Berani Jawad (IBJ) 2020. Kuis IBJ 2020 yang digelar sejak tanggal 5 Februari 2020 hingga 5 Maret 2020 merupakan inovasi baru dalam dunia pendidikan. Pasalnya kompetisi ala cerdas cermat tersebut dilakukan secara online melalui komputer sehingga para peserta bisa berkompetisi tanpa harus berada di ruangan yang sama.

Ada 18.230 peserta yang terbagi menjadi 3646 tim dari 2026 sekolah yang tersebar di 324 kota di Indonesia. Kompetisi ini digelar dalam 2 babak eliminasi dan 1 babak grand final. Total hadiah yang diperebutkan pun mencapai Rp 360 juta. Kuis IBJ 2020 diklaim sebagai Kompetisi Cerdas Cermat Online pertama di Indonesia.

“Bentuk cerdas cermatnya kita buat secara digital. Jadi digital way adalah solusi yang proven untuk mencapai sesuatu dengan lebih efisien,” tambah Naning.

{Baca juga: Telkomsel Luncurkan Paket Data Ilmupedia dan Kuis IBJ}

Acara ini pun mendapat respon positif. Guru yang mendampingi para peserta sangat senang dengan acara tersebut dan meminta agar Kuis IBJ 2020 menjadi kompetisi nasional rutin digelar setiap tahunnya.

“Insyaallah sambutannya positif karena banyak guru-guru sekolah meminta kami untuk melanjutkan,” ucap Naning.

Kemudian melalui Ilmupedia, Naning ingin generasi muda Indonesia bisa mengembangkan kemampuan akademis, soft skill hingga bakat mereka melalui Ilmupedia. Alasannya kemampuan dan minat anak berbeda-beda.

“Ilmu itu bukan cuma matematika. Kita meng-educated dengan teknologi,” tutur Naning.

Misalnya dengan mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris. Alasannya Bahasa Inggris menjadi kemampuan yang dibutuhkan untuk dunia kerja, dan saat ini banyak siswa yang kesulitan untuk mengusai bahasa tersebut.

“Kalo kita dalami ingin english-nya. Kami bisa lakukan dengan efisien melalui kolaborasi dengan mitra yang kompeten di bidang itu,” tambahnya.

{Baca juga: Selamat! Ini Pemenang Kuis Ilmupedia Berani Jawab}

Demi mewujudkan mimpi tersebut dibutuhkan kolaborasi dari mitra edutech lainnya. Telkomsel tidak mematok syarat yang rumit bagi para mitra yang ingin berkolaborasi. Menurut Naning, jika mitra memiliki visi dan misi yang sama untuk pendidikan Indonesia, mereka bisa bergabung.

“Kita tidak membatasi tapi menyaring sih. Bagi kita patner itu kita akan saring kesungguhan mereka. Apa yang akan mereka berikan untuk Indonesia dan untuk pelanggan kita,” ujar Naning.

Terakhir Naning berharap agar semakin banyak mitra yang berkolaborasi dengan Telkomsel, agar mimpi Ilmupedia menjadi rumah besar untuk mengembangkan pendidikan Indonesia bisa terwujud.

“Semangat ini yang harus kita lanjutin. ayo kita lanjutin bareng-bareng,” tutup Naning. (NM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here