Wow! Jutaan Burung Terdeteksi Migrasi dari Amerika Selatan

Telset.id, Jakarta – Sebuah radar cuaca di Florida Keys telah menangkap gambar proporsi Hitchcockian, yakni segerombolan besar burung yang migrasi dari Amerika Selatan.

“Radar Key West bekerja cukup sibuk, tetapi bukan karena cuaca!,” terang pihak Layanan Cuaca Nasional melalui Twitter, Senin (17/2/2020) pagi waktu setempat, dilansir New York Post.

Menurut mereka, tampilan burung yang migrasi dari wilayah Amerika Selatan sangat mengesankan. Di sana, tampak target biologis berwarna hijau-kuning terbang ke utara di atas tombol.

{Baca juga: Gara-gara Riset Migrasi Elang, Tagihan Telepon Ilmuwan Membengkak}

Dikutip Telset.id, Rabu (19/02/2020), para ahli meteorologi mengatakan bahwa panjang dari kawanan burung migrasi itu setidaknya memiliki panjang 90 mil. Akan tetapi, ukuran migrasi bisa jauh lebih besar.

Lebih dari 118 spesies burung memulai perjalanan kembali ke Amerika Utara dalam kawanan yang dapat melebihi satu juta ekor setelah musim dingin di Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

Mereka terbang pada malam hari menggunakan bulan dan bintang-bintang sebagai alat navigasinya. Mereka seringkali tidak terdeteksi. Namun, kondisi atmosfer memungkinkan radar mendeteksi.

“Ada semacam lapisan udara yang stabil di atas kami yang membelokkan sinar radar lebih dekat ke permukaan,” kata ahli cuaca Layanan Cuaca, Kate Lenninger, di Key West kepada agen berita.

Sebelumnya diberitakan, para ilmuwan Rusia melacak pola migrasi elang, yang mengakibatkan tagihan telepon mereka membengkak.

{Baca juga: Robot Burung Ini Berbulu dan Terbang seperti Burung Merpati}

Penelitian tersebut melibatkan pelacakan elang yang bermigrasi. Dan untuk melakukan itu, para ilmuwan memasang pelacak yang akan mengirim SMS guna menunjukkan secara tepat koordinat elang saat melakukan migrasi.

Para ilmuwan kemudian menggunakan foto satelit untuk melihat apakah burung-burung tersebut telah mencapai tujuan secara aman. Karena burung-burung terbang di beberapa negara, tentu saja menimbulkan biaya yang lebih tinggi.

Misalnya, seekor burung terbang ke Iran dari Kazakhstan. Lantaran terbang keluar dari jangkauan jaringan lokal, sang elang menumpuk pesan atau SMS yang kemudian baru dikirim ketika tiba di Iran.

Tanpa diperkirakan, burung tersebut menggunakan seluruh anggaran pelacakan untuk semua elang. Para ilmuwan lantas memanfaatkan media sosial untuk mencoba menggalang dana tagihan. (SN/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Pria Misterius Beli Roket Seharga Rp 91,2 Miliar

Telset.id, Jakarta  - Seorang pria misterius beli roket seharga USD 5,6 juta atau Rp 91,2 miliar dalam sebuah pelelangan....

Trafik Internet Diprediksi Naik 40% Saat Ramadan dan Lebaran

Telset.id, Jakarta - Trafik internet saat bulan Ramadan dan lebaran di tahun 2020 ini diprediksi akan naik sebesar 40%....

Ini Produk Paling Laku di Tokopedia Selama Corona, Bisa Tebak?

Telset.id, Jakarta - Tokopedia baru-baru ini mengumumkan kategori produk paling laku di platform mereka. Produk ini dibeli masyarakat selama pandemi...

WhatsApp Batasi Forward Pesan untuk Tekan Hoaks Corona

Telset.id, Jakarta  - WhatsApp memberlakukan batasan baru untuk forward pesan (forward message) alias pesan yang diteruskan. Tujuannya, untuk menekan...

Tokopedia Tindak Tegas Penjual Masker dengan Harga Tak Wajar

Telset.id, Jakarta - Tokopedia tidak segan menindak tegas para penjual produk kesehatan, seperti masker, hand sanitizer, dan lainnya yang dijual...
- Advertisement -