Headset VR Bantu Anak Autis ‘Lihat Dunia Nyata’

Telset.id, Jakarta  – Fasilitas perawatan spesialis di Inggris menggunakan teknologi headset VR (virtual reality) dan data mining untuk membantu anak autis menyesuaikan diri dengan “skenario” di luar sekolah.

Staf di Prior’s Court, yang berlokasi di Berkshire, Inggris selatan, berharap pendekatan teknologi tinggi membantu siswa beradaptasi dengan dunia nyata dan menikmati pengalaman baru seperti ski virtual.

{Baca juga: Tak Hanya Game, VR Juga Bisa Jadi Alat Medis}

Orang dengan autisme mungkin menemukan situasi yang tidak dikenal sehingga membuat stres. Skenario teknologi headset VR memperkenalkan anak-anak ke situasi seperti mengunjungi pusat perbelanjaan atau naik pesawat.

“Kaum muda kita memiliki kesulitan dengan masalah sensorik sehingga dapat merasa pergi ke tempat yang sangat sibuk atau beralih ke tempat baru,” kata Nuno Guerreiro, guru komputer di Prior’s Court.

“Mereka menyukai rutinitas. Jadi, peralatan VR memungkinkan mereka untuk mengalami realitas baru dan mungkin membantu bertransisi ketika harus menghadapi tempat baru,” imbuhnya dilansir New York Post.

Dikutip Telset.id, Kamis (23/1/2020), Prior’s Court merawat sekitar 95 anak muda yang mengalami spektrum autisme parah, termasuk penderita non-verbal dan tidak dapat mengomunikasikan kebutuhan.

{Baca juga: Polisi New York akan Gunakan Perangkat VR untuk Latihan}

Prior’s Court berharap data besar benar-benar dapat membantu. Mereka sedang menguji coba sistem pengumpulan data baru yang disebut Prior Insight, berisi gambaran rinci tentang aktivitas anak muda.

Penggunaan teknologi untuk pengobatan bagi anak autis memang sudah mulai banyak dilakukan. Beberapa waktu lalu, sebuah aplikasi smartphone baru dikembangkan para ilmuwan untuk mendeteksi gangguan spektrum autisme pada seorang anak.

Aplikasi ini bekerja dengan melacak gerakan mata anak tersebut, sebelum akhirnya dalam waktu kurang dari satu menit, menunjukkan jika anak itu memiliki tanda-tanda gangguan atau tidak.

Gangguan spektrum autisme sendiri merupakan gangguan perkembangan serius yang mengganggu kemampuan seseorang untuk berkomunikasi dan berinteraksi dan mempengaruhi satu-dua orang per 1.000 di seluruh dunia.

{Baca juga: Peneliti Kembangkan Aplikasi Smartphone untuk Deteksi Autisme}

Perangkat lunak pelacak autisme ini, yang dapat diinstal di ponsel, tablet atau komputer, menyediakan deteksi gangguan neurodegenerative pada anak-anak berumur dua tahun dan secara dramatis dapat meningkatkan manfaat pengobatan.

Menurut peneliti, gangguan semacam ini seringkali tidak dicurigai sampai seorang anak masuk sekolah. Padahal semakin cepat didiagnosis semakin baik. [SN/HBS]

Sumber: NY Post

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Lokasi Sengketa Krimea, Kashmir dll Tampil di Google Maps

Telset.id, Jakarta - Akhir tahun lalu, Apple dan Google berada di pusaran kontroversi ketika menyerah kepada tuntutan Rusia untuk...

Perhatian! Air Purifier Tidak Bisa Cegah Virus Corona

Telset.id, Jakarta - Wabah virus Corona menyebabkan maraknya penggunaan air purifier. Harapannya, air purifier dapat membuat kualitas udara di dalam...

Sah! Bayar SPP Pakai GoPay Bukan Cuma Candaan Warganet

Telset.id, Jakarta - Ketika mantan bos Gojek, Nadiem Makarim menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Indonesia, warganet mengunggah candaan...

Angkatan Darat AS Manfaatkan Gamers untuk Bikin Robot Militer

Telset.id, Jakarta - Untuk mengembangkan robot militer, Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) pun mempelajari otak para gamers ketika bermain game. Mereka mempelajari...

Dua Profesor Ini Ciptakan Gelang Ultrasonik “Pengacau” Amazon Echo

Telset.id, Jakarta - Speaker pintar macam Amazon Echo memiliki mikrofon yang selalu menyala agar bisa merespon dengan cepat saat diberi...
- Advertisement -
X
X