Busana “Santuy” Bos Huawei Hadapi Persidangan di Kanada

Telset.id, Jakarta – Putri bos Huawei, Meng Wanzhou, kembali menjalani persidangan di pengadilan Vancouver, Selasa (21/01) waktu setempat. Di sela-sela sidang, Meng Wanzhou tampak santai menggunakan busana mantel wol hitam dan sepatu hak stiletto,

Ia juga terlihat tertawa riang dan mengobrol di lorong dengan tim pengacaranya yang berjumlah lebih dari 20 orang. Ia tampak santai dalam menjalani persidangan yang dijadwalkan akan dilanjutkan pada Rabu (23/01) waktu setempat.

Meng tiba di pengadilan Vancouver untuk sidang tahap pertama pada Senin (20/01) waktu setempat. Sidang dijadwalkan bakal berlangsung selama empat hari.

{Baca juga: Ekstradisi Bos Huawei ke AS Bakal Jadi Preseden Berbahaya}

Di persidangan Meng Wanzhou, tim pengacaranya lagi-lagi berargumen bahwa klien mereka sama sekali tidak melanggar hukum Kanada.

Mereka menilai, Meng tidak berhak diekstradisi ke Amerika Serikat (AS) gara-gara tuduhan AS soal penipuan bank dan menyesatkan HSBC Holdings tentang bisnis Huawei di Iran. Dan, mereka berpendapat bahwa kriminalitas ganda adalah inti dari kasus Meng.

Foto: Reuters

“Ia tidak boleh diekstradisi ke Amerika Serikat dengan tuduhan melanggar sanksi,” tegas pengacara Meng, seperti dikutip Telset.id dari Reuters, Rabu (22/01/2020).

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Huawei Terbaru}

Persidangan bos Huawei yang terjadi pada Selasa dimulai dengan tanya-jawab antara pengacara Eric Gottardi dan Hakim Mahkamah Agung British Columbia, Heather Holmes. Gottardi berusaha menjawab pertanyaan yang diajukan Holmes pada Senin.

Holmes bertanya apakah dugaan penipuan terhadap HSBC dapat ditafsirkan sebagai penipuan jika terjadi di Kanada. Dalam argumen tertulis kepada hakim pada Selasa, Gottardi merespons pertanyaan Holmes dengan jawaban “tidak”.

{Baca juga: Kanada Pastikan Bos Huawei Tidak Dihukum Ekstradisi ke AS}

“Bank tidak akan menghadapi risiko pertanggungjawaban hukum di bawah hukum Kanada. Sebab, tidak ada konsekuensi hukum di Kanada untuk terlibat dalam transaksi dolar terkait Iran dan bank adalah korban yang tidak bersalah,” tulisnya. (SN/MF)

SourceReuters

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Lokasi Sengketa Krimea, Kashmir dll Tampil di Google Maps

Telset.id, Jakarta - Akhir tahun lalu, Apple dan Google berada di pusaran kontroversi ketika menyerah kepada tuntutan Rusia untuk...

Perhatian! Air Purifier Tidak Bisa Cegah Virus Corona

Telset.id, Jakarta - Wabah virus Corona menyebabkan maraknya penggunaan air purifier. Harapannya, air purifier dapat membuat kualitas udara di dalam...

Sah! Bayar SPP Pakai GoPay Bukan Cuma Candaan Warganet

Telset.id, Jakarta - Ketika mantan bos Gojek, Nadiem Makarim menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Indonesia, warganet mengunggah candaan...

Angkatan Darat AS Manfaatkan Gamers untuk Bikin Robot Militer

Telset.id, Jakarta - Untuk mengembangkan robot militer, Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) pun mempelajari otak para gamers ketika bermain game. Mereka mempelajari...

Dua Profesor Ini Ciptakan Gelang Ultrasonik “Pengacau” Amazon Echo

Telset.id, Jakarta - Speaker pintar macam Amazon Echo memiliki mikrofon yang selalu menyala agar bisa merespon dengan cepat saat diberi...
- Advertisement -
X
X