Google Bayar Tunawisma untuk Latih Sistem Pengenalan Wajah Pixel

Telset.id, Jakarta  – Google menargetkan orang kulit berwarna gelap, termasuk tunawisma dan mahasiswa, untuk membantu meningkatkan kinerja sistem pengenalan wajah. Sebagai imbalan, Google memberi kartu hadiah senilai USD 5 atau sekira Rp 70.000.

Proyek itu untuk meningkatkan fitur biometrik di perangkat Google, seperti Facial Unlock di smartphone Pixel. Google mengumpulkan data orang-orang berlatar belakang berbeda untuk memastikan Pixel mampu mengenali aneka warna kulit dan wajah.

{Baca juga: Google Kembangkan Teknologi AI untuk Pantau Perilaku Bayi}

Google bermitra dengan agensi kepegawaian Randstad untuk mengumpulkan pemindaian wajah. Para staf, yang merupakan kontraktor yang bekerja atas nama Google, dikirim ke Atlanta untuk mencari tunawisma dan mahasiswa guna dijadikan sebagai relawan.

Menurut CNET, dikutip Telset.id, Kamis (3/10/2019), kontraktor juga diminta untuk tidak memberi tahu sukarelawan bahwa mereka sedang direkam. Google meminta kontraktor untuk memberi informasi palsu bahwa para relawan hanyaperlu melakukan selfie.

Seorang juru bicara Google mengatakan bahwa perusahaan menganggap klaim itu sebagai persoalan serius. Google sedang melakukan penyelidikan. Masih kata Google, studi terbaru yang melibatkan para relawan untuk pengumpulan sampel wajah mempunyai dua tujuan.

Pertama, Google ingin membangun keadilan di fitur pembuka kunci wajah di Pixel 4. Kedua, Google ingin meningkatkan keamanan. Face Unlock akan menjadi langkah pengamanan baru yang sangat kuat dan bakal berguna melindungi sebanyak mungkin orang.

Kontroversi tersebut terjadi dua minggu sebelum Google mengungkap perangkat keras baru, termasuk smartphone Pixel 4. Yang jelas, bukan kali pertama ini Google menawarkan uang kepada sukarelawan untuk bersedia menyerahkan data-data pribadi.

{Baca juga: Google Assistant Bantu Chatting Jadi Gak Ribet}

Awal tahun ini, terungkap bahwa Google dan Facebook menawarkan kartu hadiah kepada konsumen untuk memasang aplikasi yang memberi perusahaan akses ke informasi di smartphone. Amazon pun menawarkan uang kepada orang-orang untuk pemindaian tubuh 3D. [SN/HBS]

Sumber: CNET

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Dua Gebrakan Smartfren Business di Awal Tahun

Telset.id, Jakarta – Tahun 2020, menjadi “milestone” bagi divisi Smartfren Business. Bagaimana tidak, di bulan Januari 2020 Smartfren Business...

Pejabat AS “Terpecah” Soal Embargo untuk Huawei?

Telset.id, Jakarta  - Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) menarik aturan soal tambahan pengurangan penjualan komponen ke Huawei. Mereka khawatir...

Cara Amankan Akun WhatsApp Pakai Fitur Two Step Verification

Telset.id - Keamanan aplikasi WhatsApp sempat banyak dipertanyakan, apalagi sejak kasus akun WhatsApp CEO Amazon, Jeff Bezos diretas. Salah...

Beredar Foto Kobe Bryant dan Putrinya sebelum Meninggal

Telset.id, Jakarta  - Beredar foto Kobe Bryant dan putrinya saat bermain basket di Mamba Sports Academy di Thousand Oaks,...

HOOQ IM3 Ooredoo Luncurkan Paket Buy 1 Get 3

Telset.id, Jakarta - Hari ini perusahaan penyedia layanan video-on-demand HOOQ mengumukan kerjasama strategis bersama dengan IM3 Ooredoo. Kerjasama HOOQ...
- Advertisement -