Beranda NEWS Erajaya – Datapro Tawarkan Internet Murah untuk Wisatawan ke Singapura

Erajaya – Datapro Tawarkan Internet Murah untuk Wisatawan ke Singapura

Foto: Muhammad Faisal/Telset.id

Telset.id, Jakarta – Erajaya mengumumkan kerja sama berupa investasi untuk startup asal Singapura, yakni Datapro Technologies. Dalam kerja sama ini, Erajaya dan Datapro bakal menyediakan koneksi internet 50GB bagi warga Indonesia yang berkunjung ke Singapura.

Sekadar informasi, Datapro merupakan startup yang diperkenalkan resmi pada Agustus lalu. Startup ini bergerak di bidang penyediaan modem hotspot WiFi untuk para wisatawan di Singapura, dengan Starhub sebagai penyedia jaringan data internetnya.

“Dia menyediakan perangkat seperti mifi di Singapura. Erajaya sudah masuk ke ranah ekosistem, seperti penyediaan data. Konsumen butuh data, semua butuh koneksi internet,” ucap CEO Erajaya Group, Hasan Aula, di Jakarta, Senin (30/09/2019).

{Baca juga: 3 Tips Internetan Aman ala Kominfo}

Menurut Director Datapro, Allen Tan, layanan yang mereka jual bisa menjadi solusi bagi warga Indonesia yang berkunjung ke Singapura. Sebab biasanya, wisatawan menggunakan paket roaming dengan harga yang mahal, tapi memberikan paket data internet yang cenderung sedikit.

Ia menjelaskan, untuk menggunakan Datapro, pengguna cukup menyewa modem ketika sampai di bandara Changi. Harga sewanya cukup terjangkau, yakni SGD 12 atau setara Rp 123 ribuan untuk internet 50GB selama 7 hari.

“Koneksinya full speed dan bisa digunakan untuk 5 perangkat berbeda,” jelasnya.

Meski demikian, Allen mengatakan bahwa layanan mereka baru bisa disewa dan dikembalikan di bandara Changi saja.

Tapi jangan khawatir, Erajaya dan Datapro berjanji akan segera memberikan kemudahan bagi wisatawan yang akan berangkat ke Singapura untuk menggunakan layanan Datapro dari Indonesia melalui jaringan Erajaya Retail Group.

{Baca juga: Paket Internet Telkomsel, Daftar Harga dan Rekomendasi}

“Aktivasi untuk saat ini masih di Singapura, tapi ke depannya bisa aktivasi di Indonesia. Itu rencananya,” ungkap Allen.

“Ini kan baru tahap awalnya saja, next step bisa dipakai dari Indonesia untuk aktivasi dan pengembalian produk,” ucap Hasan menambahkan. (FHP)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here