Puluhan Ribu Aplikasi Diblokir Facebook, Terkait Cambridge Analytica?

Telset.id, Jakarta Facebook mengaku telah menangguhkan puluhan ribu aplikasi di platform mereka. Upaya merupakan bagian dari penyelidikan pengembang aplikasi sejak Maret 2018 sebagai respons terkait kasus Cambridge Analytica.

Aplikasi yang ditangguhkan oleh perusahaan punya keterkaitan dengan sekitar 400 pengembang. Meski demikian, dikutip Telset.id dari Reuters, Senin (23/09/2019), Facebook menyatakan bahwa aplikasi-aplikasi tersebut tidak selalu jadi ancaman bagi pengguna.

Wajar saja Facebook sangat memperhatikan para penggunanya, khususnya data privasi mereka. Pasalnya, belum lama ini, Facebook kembali tersandung kasus privasi data pengguna.

{Baca juga: Duh! Karyawan Facebook Bunuh Diri di Kantornya}

Peneliti keamanan GDI Foundation, Sanyam Jain, mengaku menemukan 419 juta data pengguna Facebook di internet. Data itu bisa dikonsumsi secara bebas oleh warga dunia maya.

Data yang dimaksud meliputi nama, jenis kelamin, asal, hingga nomor telepon pengguna. Tidak jelas siapa yang mengambil informasi tersebut dari Facebook dan kenapa diunggah ke publik. Setelah ditelusuri, pelakunya adalah pengelola host web basis data.

Ia mengaku mengambilnya secara offline. Facebook pun angkat suara. Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Facebook mengatakan bahwa basis data itu sudah tua dan kemungkinan diambil sebelum perusahaan melakukan perubahan pada tahun lalu.

{Baca juga: Bos Facebook Bertemu Donald Trump, Ngapain?}

Perubahan yang dimaksud adalah menghapus fitur yang memungkinkan pengguna untuk menemukan pengguna lain memakai nomor telepon. “Data telah dihapus dan kami tidak melihat bukti bahwa akun Facebook diretas,”  tulis juru bicara Facebook.

Sebelumnya, Facebook dituding secara diam-diam menyalahgunakan data pribadi pengguna. Gubernur New York, Andrew Cuomo, pun memerintahkan dua lembaga untuk menyelidiki laporan tersebut. Namun, hasil penyelidikan belum disampaikan. (SN/FHP)

Sumber: Reuters

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kominfo Pantau Hoaks RUU Cipta Kerja di Media Sosial

Telset.id, Jakarta - Menkominfo Johnny G. Plate mengaatakan pihaknya akan memantau isu-su terkait RUU Cipta Kerja di media sosial...

Tips Hindari Serangan Cyber “APT” yang Mengancam Indonesia

Telset.id, Jakarta - Kaspersky mengungkapkan bahwa serangan Advanced Persistent Threats atau APT menjadi ancaman cyber yang serius dan lebih berbahaya bila dibandingkan dengan malware yang ada sekarang....

Sah! Aturan Blokir Ponsel BM Berlaku 18 April Mendatang

Telset.id, Jakarta - Menkominfo Johnny G. Plate memastikan aturan blokir ponsel BM atau black market melalui IMEI akan berlaku pada...

Waspada! Serangan Cyber Berbahaya Intai Pengguna di Indonesia

Telset.id, Jakarta - Kasperksy mengungkapkan adanya peningkatan serangan cyber berbahaya di Asia Tenggara yang terjadi sepanjang tahun 2019. Kaspersky mengatakan, serangan...

Tips Foto Bokeh dengan Smartphone, Biar Lebih Maksimal

Telset.id, Jakarta - Bokeh menjadi salah satu pengalaman fotografi yang umum digunakan pada smartphone saat ini. Tidak seperti dahulu...
- Advertisement -