5 Alasan Smartphone Flagship Selalu Layak Dibeli, Nomor 4 Penting

Telset.id, Seoul – Merogoh kantong agak ke dalam seperti telah menjadi hal yang lumrah ketika kita ingin mendapatkan sebuah smartphone flagship. Sebagai gantinya, sederet fitur terbaik pasti kita dapatkan.

Baik dari segi penampilan, ketahanan, maupun kemampuan. Mungkin itu pula yang dipikirkan Samsung ketika membanderol flagship teranyarnya dengan harga selangit. Ya, Samsung Galaxy Note 10 dan 10+ diberi label harga mulai Rp 13 juta dan Rp 16 juta masing-masing, tergantung pilihan storage dan RAM.

Sekali lagi, bukan harga yang murah. Dan pastinya bukan pula harga yang bisa dijangkau oleh siapapun. Lantas, apa pertimbangan Samsung?

Well, peningkatan spesifikasi menjadi poin utama. Seperti diketahui, Galaxy Note 10 mengalami sejumlah peningkatan dibanding pendahulunya, dan itu bisa dilihat di berbagai sektor, dari desain, performa, kamera, hingga stylus pintar atau biasa dipanggil S Pen. Tapi sekali lagi, worth it kah?

{Baca juga: Membelah Pesona Seoul Lewat Jepretan Samsung Galaxy Note 10+}

Pada dasarnya, worth it atau tidak kembali lagi pada kebutuhan dan kemampuan. Bagi mereka yang berpikir lebih baik membeli motor ketimbang smartphone, mungkin tidak.

Tapi tidak demikian bagi si aktif yang selalu mengandalkan smartphone untuk produktivitas. Apapun itu, dari sekedar travel fotografi, editing video, hingga membuat presentasi.

Nah, buat Anda yang masih belum bisa menerima kenyataan pahit ini – bahwa Samsung mematok harga yang begitu tinggi untuk smartphone flagship terbarunya, beberapa hal berikut mungkin bisa menjadi sedikit pencerahan. Lagi, sebelum Anda menarik kesimpulan, worth it, atau tidak.

Layar AMOLED New Infinity-O

Perlu diketahui, Samsung memboyong dua model untuk seri terbaru Galaxy Note-nya. Pertama adalah dia yang masuk kategori standar atau Galaxy Note 10 yang mengusung layar berukuran 6,3 inci. Kedua, versi plus, yang dipanggil Galaxy Note 10+ dan membawa bentang layar 6,8 inci.

Keduanya sama-sama memiliki layar berjenis Dynamic AMOLED berdesain Infinity-O atau lubang kamera di bagian tengah atas layarnya. Dengan resolusi maksimum QHD+, dan mendukung teknologi Ultrasonic Fingerprint.

{Baca juga: Mau Tukar Tambah iPhone ke Galaxy Note 10? Segini Biayanya}

Sensor dengan ultrasonik sendiri menggunakan gelombang suara untuk melakukan identifikasi ketika jari menyentuh layar ponsel. Teknologi ini dikembangkan dan diproduksi oleh Qualcomm.

Dibandingkan seri Note 9, layar Note 10+ juga terbilang lebih cerah 10% berkat mode High Brightness pada layar putih yang mencapai angka 778 nits. Bahkan, smartphone flagship ini punya kecerahan maksimal hingga 1.308 nits, dan menjadi rekor baru (lagi).

Prosesor Exynos 9825 yang bertenaga

iPhone 11

Samsung mempersenjatai Galaxy Note 10 dan 10+ dengan prosesor Exynos 9825 (7nm EUV), yang diklaim tidak hanya bertenaga tetapi juga hemat daya. Untuk Note 10, Samsung mengkombinasikannya dengan RAM 8GB dan storage 256GB, lengkap dengan baterai berkapasitas 3,500 mAh dengan fast charging 25W.

Sementara Note 10+, punya spesifikasi lebih tinggi berupa RAM 12GB, storage 512GB dengan dukungan microSD hingga 1TB, dan baterai 4,300 mAh dengan Super Fast Charging 45W.

Kedua smartphone juga mendukung Fast Wireless Charging dan Reverse Wireless Charging, yang memungkinkan pengguna mengisi daya perangkat lainnya di atas body Note 10, seperti Galaxy Watch, Galaxy Buds, dan lainnya.

Kamera dengan kualitas terbaik

Samsung Galaxy Note 10+ DxOMark

Note 10 punya tiga kamera utama, dengan konfigurasi 12MP lensa utama dengan dual aperture f/1.5 dan f/2.4, 16MP lensa ultra-wide 123°, dan 12MP lensa telephoto. Untuk Note10+, Samsung bahkan menambahkan satu lensa tambahan berupa 3D Time of Flight (ToF). Keduanya dibekali kamera depan 10MP.

Dengan konfigurasi tersebut Note 10+ bahkan dikukuhkan sebagai “raja” smartphone dengan kamera terbaik saat ini, mengalahkan Huawei P30 Pro. Bahkan, Note 10+ juga jadi smartphone dengan kamera selfie terbaik mengalahkan Asus Zenfone 6.

{Baca juga: Harganya “Wah”, Ini 5 Keunggulan Galaxy Note 10 dan Note 10+}

Klaim ini berasal dari penilaian yang dilakukan DxOMark. Samsung Galaxy Note 10+ memperoleh skor 113 poin untuk kamera belakang, dan berhasil menggusur Huawei P30 Pro yang sebelumnya menjadi pemimpin dengan skor 112 poin.

Sementara kamera depan, Note 10+ memperoleh skor 99 poin. Phablet premium ini menyusul Asus Zenfone 6 dengan selisih satu poin.

Productivity Killer

Bukan tanpa alasan ketika Samsung menyebut Note 10 dan Note 10+ sebagai “powerphone“. Pasalnya, smartphone ini memang memiliki banyak kekuatan. Bukan saja di sisi desain dan kinerja, smartphone ini juga sangat mampu dalam membantu pengguna meningkatkan produktivitasnya.

Untuk itu, Samsung memberikan banyak fitur baru pada pena ajaibnya, S Pen, disamping meningkatkan kemampuan dari Samsung Dex.

S Pen generasi terbaru dikemas dalam desain unibody, dan ditenagai baterai lithium-titanium berkapasitas 350 uAh. Ada juga sensor 6-axis, berupa tiga sensor kecepatan dan tiga sensor gyroscope, yang memungkinkan Note 10 memiliki fitur bernama S Pen Air. S Pen Air sendiri berguna untuk mengontrol smartphone tanpa harus menyentuh layar.

Desain mengesankan

Koreksi kami jika salah, apa yang tampak di luar, hampir selalu menjadi pertimbangan seseorang saat ingin memiliki sesuatu bukan? Ya pasangan, ya makanan, ya smartphone. Nah, Samsung sepertinya paham betul akan hal itu.

Walhasil, Samsung Galaxy Note 10 pun didandani sedemikian rupa hingga terlihat sebagaimana mestinya. Mahal. Tentu saja, ini smartphone flagship.

Mereka yang menikmati menjadi pusat perhatian mungkin akan sangat suka dengan warna yang ditawarkan Note 10. Semua dinamai dengan awalan “Aura”, mulai dari Aura Glow, Aura White, dan Aura Black.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Samsung Terbaru}

Aura Glow adalah model yang kami jajal dan mungkin model yang paling diinginkan oleh mereka yang menyukai pantulan spektrum pelangi yang indah. Bagaimana pembawaannya? Dibandingkan dengan pendahulunya, Note 10 sebenarnya lebih kecil (6,3 inci vs 6,4 inci).

Namun, entah kenapa ini tetap saja terlihat besar di tangan. But hey, ada lebih banyak orang di dunia ini yang juga menginginkan smartphone ini, dan sepertinya tangan mereka akan baik-baik saja saat memegangnya. Untuk ukuran bezel, ini sangat tipis. Dan ya, secara garis besar, ini sangat menunjukkan siapa dirinya. Smartphone mahal. (IF/FHP)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Google Tak Sengaja Ungkap Tanggal Rilis Android 11

Telset.id, Jakarta - Google secara tak sengaja mengungkap tanggal rilis Android 11. Menurut bocoran yang beredar, Google bakal memperkenalkan...

Berapa Kuota yang Dihabiskan untuk Jalan-jalan Virtual?

Telset.id, Jakarta - Mengakses situs jalan-jalan virtual menjadi alternatif untuk liburan bersama keluarga. Namun Anda harus menyiapkan kuota yang...

Siap Hengkang dari Hong Kong, TikTok Juga Dicekal AS?

Telset.id, Jakarta  - Tak hanya bersiap hengkang dari Hong Kong, aplikasi video pendek TikTok kabarnya juga bakal dicekal di...

Jaringan Group Facebook Serang Gerakan Black Lives Matter

Telset.id, Jakarta  - Jaringan grup Facebook yang berakar di seluruh dunia melancarkan serangan terhadap gerakan Black Lives Matter. Kelompok...

Update iOS 13 Bikin Baterai iPhone Cepat Rusak?

Telset.id, Jakarta - Update iOS 13 kabarnya bikin baterai iPhone cepat rusak. Para pengguna perangkat Apple mengeluh melalui situs...
- Advertisement -