Misi NASA dan ESA Selamatkan Bumi dari Ancaman Asteroid Raksasa

Telset.id, Jakarta – Jika umat manusia ingin menghentikan asteroid raksasa yang akan menghantam planet Bumi, perlu kerjasama antar negara untuk dapat melakukannya. Untungnya, hal itu sudah dilakukan lewat kerjasama antara NASA dan ESA.

Tim Badan Antariksa Amerika Serikat atau National Aeronautics and Space Administration (NASA) dan Badan Antariksa Eropa alias European Space Agency (ESA) akan bertemu di Roma minggu depan untuk membahas kemajuan tentang Asteroid Impact Deflection Assessment (penilaian defleksi dampak asteroid).

{Baca juga: Meteorit yang Jatuh di Australia Mengandung Mineral Aneh}

Kedua lembaga antariksa ini akan melakukan misi penelitian bersama untuk mempelajari kemungkinan mengalihkan asteroid dengan cara menabrakkan pesawat ruang angkasa ke permukaan asteroid tersebut.

Tujuan utama dari proyek ini adalah untuk membelokkan orbit salah satu dari dua asteroid Didymos antara Bumi dan Mars. ESA akan membantu NASA dalam menerbangkan pesawat ruang angkasa dari misi Double Asteroid Redirection Test (DART).

Pesawat ini harus diluncurkan pada musim panas 2021 dan akan menabrak asteroid Didymos yang berukuran lebih kecil, sekitar 14.764MPH. Selanjutnya Cubesat Italia, LICIACube, akan mempelajari momen dampak dari tabrakan itu.

Setelah itu, ESA akan meluncurkan probe Hera pada Oktober 2024 untuk mempelajari asteroid yang menjadi target. Termasuk kawah yang muncul akibat tumbukan tersebut, massa, dan probe radar (yang pertama untuk asteroid).

Dibutuhkan waktu sekitar dua tahun bagi Hera untuk tiba di permukaan asteroid tersebut. Para ilmuwan memilih pasangan asteroid ini karena mudah untuk diuji.

Batu luar angkasa atau asteroid yang lebih kecil mengorbit cukup lambat, sehingga harus realistis untuk mengubah orbitnya dengan cara yang nyata.

Tentu saja, ada perbedaan besar antara tes seperti ini dan krisis atau ancaman yang sebenarnya. Sementara asteroid target bisa mengakibatkan kerusakan serius sekitar 525 kaki, dan ini masih terbilang kecil dan lambat.

{Baca juga: Ngeri! Asteroid Raksasa akan Tabrak Bumi, Apa Dampaknya?}

Sistem defleksi di masa depan mungkin harus dapat memukul asteroid yang jauh lebih besar dan lebih cepat agar keluar dari jalur tumbukan.

Ini adalah langkah penting menuju sistem pertahanan yang tepat, dan mungkin cukup untuk melindungi manusia dari banyak dampak potensial ancaman asteroid yang alam menabrak bumi. [BA/HBS]

Sumber: Engadget

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Asus ROG Phone 3 Dipastikan Pakai Prosesor Snapdragon 865 Plus

Telset.id, Jakarta - Asus memastikan, ROG Phone 3 akan menjadi salah satu smartphone pertama yang ditenagai oleh prosesor Snapdragon 865...

Ikuti UU Keamanan Nasional, Museum Tiananmen Terapkan Digitalisasi

Telset.id, Jakarta - Museum Tiananmen di Hong Kong akan menerapkan digitalisasi. Museum tersebut mencatat tindakan keji pasukan China terhadap...

AC Milan dan Inter Milan Tidak akan Tampil di PES 2021

Telset.id, Jakarta - Berita buruk bagi Anda yang menantikan sekuel terbaru dari game Pro Evolution Soccer (PES). Konami selaku developer, kehilangan...

Mirip YouTube, Kini Ada Pin untuk Komentar di Instagram

Telset.id, Jakarta - Sekarang ada pin untuk komentar Instagram. Fitur tersebut diuji coba oleh Instagram sejak Mei 2020 lalu,...

Snapdragon 865 Plus Hadir, Clock Speed Tembus 3.1 GHz!

Telset.id, Jakarta - Qualcomm memperkenalkan SoC flagship terbaru, prosesor Snapdragon 865 Plus. SoC ini merupakan suksesor dari seri Snapdragon...
- Advertisement -