Profesor Ini Dibui 219 Tahun Setelah Curi Chip Militer AS

Telset.id, Jakarta – Yi-Chi Shih, profesor dari UCLA, harus menerima hukuman penjara maksimal berupa kurungan selama 219 tahun penjara. Hukuman bui yang tidak masuk akal tersebut terjadi ketika hakim mengetuk palu setelah ia terbukti menyelundupkan chip militer ke China.

Chip militer itu sendiri sejatinya digunakan untuk komponen misil, sistem pengendali, pesawat tempur, peralatan perang elektronik, sistem pencegah perang elektronik, serta radar.

Menurut The Verge, seperti dikutip Telset.id, Senin (08/07/2019), Yi-Chi Shih dinyatakan bersalah oleh hakim pengadilan Los Angeles lantaran tak cuma menyelundupkan chip untuk militer ke China, tetapi juga melakukan praktik ekspor ilegal dan penipuan sampai berkali-kali.

{Baca juga: Jadi Admin WhatsApp, Mahasiswa Ini Dipenjara Lima Bulan}

Dalam melakukan penipuan, Yi-Chi Shih bekerja sama dengan pelaku lain bernama Kiet Ahn Mai. Mereka bersama-sama menipu perusahaan manufaktur chip asal Amerika Serikat. Mai berpura-pura sebagai calon konsumen untuk mendapatkan desain chip dari perusahaan tersebut.

Setelah berhasil mengantongi desain chip, Mai lantas mengirimkannya ke China lewat jalur tak resmi. Yi-Chi Shih, yang menjabat sebagai presiden di perusahaan China, kemudian menerima kiriman chip ilegal dari Mai.

Yi-Chi Shih lantas melakukan pembayaran melalui rekening bank Amerika Serikat. Pengadilan mengungkap fakta bahwa dana operasional Yi-Chi Shih dan Mai berasal dari perusahaan lain di China.

{Baca juga: Momen Langka! 20 Foto Menakjubkan Ini Bikin Geleng Kepala}

Persoalan chip memang kerap menjadi polemik antara Amerika Serikat dan China. Apalagi, dua negara tersebut terus terlibat perang dagang. Beberapa waktu lalu, ada kisruh tentang penggunaan chip mata-mata China di dua perusahaan Amerika Serikat, Amazon dan Apple.

Chip mata-mata itu dikabarkan telah dibuat oleh perusahaan server asal China bernama Super Micro. Mereka memasang pengawasan dalam bentuk micro-chip di bagian pusat data Apple, Amazon, dan beberapa perusahaan teknologi lain asal Amerika Serikat. (SN/FHP)

Sumber: The Verge

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Roh Tae-moon Pimpin Divisi Mobile Samsung

Telset.id, Jakarta  - Samsung menunjuk Roh Tae-moon sebagai kepala divisi mobile Samsung, menggantikan DJ Koh. Penunjukan itu sebagai upaya...

Pengguna Minta 500 Ribu Mobil Tesla Ditarik, Kenapa?

Telset.id, Jakarta  - Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) akan meninjau petisi yang meminta untuk secara resmi...

Björk dan Microsoft Bikin “Musik Langit” Pakai AI

Telset.id, Jakarta  - Björk dan Microsoft melakukan kolaborasi, menggunakan teknologi AI (artificial intelligence) atau kecerdasan buatan untuk mengadaptasi musik ke...

Cara Menampilkan Kecepatan Internet di Smartphone Android

Telset.id - Saat internet berjalan sangat lambat alias lemot, penasaran rasanya ingin mengetahui berapa kecepatan internet saat itu. Untungnya...

Jarang yang Tahu, Ini Arti 15 Istilah di Dunia Teknologi

Telset.id - Ada banyak sekali singkatan atau istilah di dunia teknologi yang sering kita lihat atau ucapkan setiap hari....
- Advertisement -