Bos Smartfren: Konsolidasi Seperti Orang Mau Nikah

Telset.id, Jakarta Smartfren masih menunggu kebijakan dari pemerintah terkait konsolidasi. Pasalnya melakukan konsolidasi antar perusahaan seperti menjalin pernikahan sehingga perlu pendekatan yang intens.

Menurut Direktur Utama Smartfren Merza Fachys, setelah aturan konsolidasi dibuat, maka operator bisa melakukan Pendekatan atau PDKT dengan operator lain untuk mempelajari kebijakan tersebut.

“Pertama kita tunggu dulu seperti apa regulasinya. Kedua baru mulai ada PDKT yang menyesuaikan aturan itu bagaimana atau mau kemana. Setelah PDKT masih banyak lagi possibility-nya,” kata Merza di Jakarta Selasa (21/05/2019).

{Baca juga: Smartfren akan Uji Coba 5G di Kawasan Marunda}

Ibarat ingin menjalin pernikahan kedua belah pihak harus mau membuka diri mengenai kondisi masing-masing. Di tahap tersebut maka keduanya akan memutuskan apakah mereka akan melakukan konsolidasi atau tidak.

“Di titik itu aja masih ada kemungkinan enggak jadi tunangan, belum kawin ini ngomongnya. Lah ini semua masih panjang perjalannya, jadi terlalu dini lah untuk menanyakan satu kesimpulan siapa dengan siapa nanti yang menikah,” jelas Merza.

Menurut Merza, konsolidasi adalah gagasan harus dikaji dengan baik. Merza menyarankan jika pihak operator seluler melakukan studi yang komprehensif untuk memastikan konsolidasi bisa menguntungkan bagi semua pihak.

“Ini masih dalam proses. Jadi jangan tanya kesimpulannya, bagaimana prosesnya. Ini dia prosesnya sedang kita jalani. Mulai dari aturannya dibuat, kemudian study dengan aturan, baru nanti buka-bukaan isi perut siapa dengan siapa bisa dikawinkan,” ungkap Merza.

{Baca juga: Mudik Lebaran, Smartfren Prediksi Trafik Data Naik 25%}

Merza juga menyambut baik langkah Kominfo dalam mendorong konsolidasi untuk membuat bisnis telekomunikasi yang lebih sehat. Namun Kominfo perlu mempertimbangkan berbagai macam aspek supaya konsolidasi bisa menguntungkan banyak pihak.

“Jadi ini semua aspek-aspek yang menjadikan industri ini yang harus dilihat dari segala sudut tadi untuk kemudian bisa menentukan ‘oh sebaiknya nanti konsolidasinya seperti apa,’” tutupnya. [NM/HBS]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Jack Ma Jual Saham Alibaba Senilai Rp 118 Triliun

Telset.id, Jakarta  - Setelah menyatakan pensiun pada akhir tahun lalu, Jack Ma jual saham Alibaba senilai USD 8,2 miliar...

IndiHome Paket Gamers Jamin Main Game Online Tanpa Lag

Telset.id, Jakarta - Telkom baru saja menghadirkan paket internet khusus gamers, yakni IndiHome Paket Gamers. Paket IndiHome ini dinilai sangat...

Duh! Teori Konspirasi Sebut Kawat di Masker Antena 5G

Telset.id, Jakarta  - Kisah teraneh tahun ini adalah menghubungkan 5G dan virus corona. Meski sudah dibantah oleh banyak pihak,...

Telkomsel Klaim Data Pelanggan Tetap Aman

Telset.id, Jakarta – Telkomsel menjadi sorotan pasca hebohnya kasus kebocoran data Denny Siregar. Meredam isu tak sedap itu, operator...

Google akan Investasi Senilai Rp 145 Triliun di India

Telset.id, Jakarta  - Google akan menggelontorkan USD 10 miliar atau sekitar Rp 145 triliun untuk berinvestasi di India selama...
- Advertisement -