Hebat! Peneliti Kembangkan Drone Pengirim Ginjal Manusia

Drone pengirim ginjal

Telset.id, Jakarta – Penggunaan drone sebagai sarana transportasi logistik sudah sering diuji coba. Namun di wilayah Baltimore, Amerika Serikat, beberapa peneliti dari University of Maryland telah kembangkan drone pengirim ginjal manusia.

Dilansir Telset.id dari Techcrunch, Jumat (23/11/2018), drone tersebut sangat berguna untuk kebutuhan transplantasi organ tubuh manusia, khususnya ginjal.

Peneliti yang dipimpin ahli bedah University of Maryland, Joseph Scalea menuturkan bahwa solusi yang ingin dicapai adalah kemudahan mengantarkan organ ke tujuan akhir.

Scalea memodifikasi sebuah drone DJI M600 untuk membawa sebuah kotak pendingin yang dilengkapi biosensor.

Komponen tersebut dirancang secara khusus untuk memantau kondisi organ tubuh yang disimpan selama penerbangan. Sebelum melakukan pengiriman, mereka harus memastikan terlebih dahulu kondisi dan kualitas ginjal untuk transplantasi.

Mereka pun melakukan uji coba dengan jarak terjauh sepanjang 4,8 km dengan kecepatan 67,6 km per jam. Scalea berujar, uji coba berlangsung sukses, karena ginjal sampai di lokasi tujuan dalam kondisi baik.

Meski demikian, ia tetap menemukan beberapa tantangan yang mengancam kualitas organ tubuh yang dibawa. Tantangan itu adalah suhu dingin dari udara serta suhu panas yang dihasilkan oleh motor mesin drone, serta getaran selama penerbangan.

Kendati begitu, Scalea yakin bahwa ke depan uji coba dan penelitian tersebut bakal menemukan titik terang. Ia bahkan mengklaim, drone juga bisa digunakan untuk mengangkut beragam kebutuhan penting, termasuk peralatan pendukung medis.

Kapan lalu, Vanuatu, negara kepulauan di Pasifik, bekerja sama dengan UNICEF dan dua perusahaan drone untuk mengantarkan vaksin ke kawasan pedesaan. Vanuatu sendiri memiliki 83 pulau yang tersebar dalam kawasan seluas 1.600 kilometer.

Untuk mengantarkan vaksin ke kawasan pedesaan, para pekerja kesehatan biasanya harus berjalan selama berjam-jam. Adakalanya mereka memerlukan waktu beberapa hari untuk mencapai kawasan terpencil, bahkan menggunakan kapal atau mobil. (BA/FHP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here