Review Oppo A3s: Perpaduan Desain Kekinian dan Umur Panjang

Telset.id, Jakarta – Oppo pertama kali memperkenalkan Oppo A3s pada bulan Juli 2018. Kala itu, perusahaan menyebut umurnya yang panjang dan dual camera sebagai fitur utamanya. Dan itu bahkan tertulis dengan jelas di kemasan, “bigger battery – dual camera”.

Nah, mengacu pada dua hal inilah, Telset.id ingin sedikit mendobrak tradisi. Jika biasanya review dimulai dengan mendiskusikan kemolekan bodi perangkat, kali ini kami ingin memulainya dengan membahas soal kamera dan baterai.

Dan, di atas kertas ini memang tidak mengecewakan. Paling tidak untuk sebuah perangkat mid-range dengan banderol harga di bawah Rp 3 jutaan. Kami pribadi merasa sangat terbantu dengan kemampuan bertahan hidupnya. Sampai-sampai mengucap dalam hati, “kok nggak abis-abis?”

Untuk mengetahui lebih jauh keandalan Oppo A3s di dua bidang tersebut, plus bidang lainnya, yuk simak penelusuran tim Telset.id.

Kamera

Seperti klaim Oppo, dual camera menjadi salah satu andalan Oppo A3s di luar umur baterai yang panjang. Ada dua kamera di bagian belakang, yang masing-masing membawa resolusi 13MP dan 2MP. Fitur autofokus dan aperture f/2.2 datang bersama kamera pertama, sementara kamera kedua membawa aperture f/2.4 dengan kemampuan menghadirkan efek bokeh atau latar belakang yang mengabur.

Kualitas gambar yang dihasilkan, untuk kamera utama kami menilainya cukup baik. Foto terlihat hidup, dan akurat. Ditambah keberadan mode-mode seperti Time-Lapse, Video, Photo, Portrait, dan Panorama juga dapat membuat pengguna lebih bisa bereksperimen.

Kami mengujinya untuk mengambil gambar di sore hari, bagus. Namun berurusan dengan situasi rendah cahaya, meski mengharuskannya sedikit berjuang, masih terbilang oke.

Di bagian depan, ada kamera dengan kekuatan 8MP. Dan tak jauh berbeda dengan kamera belakang, hasil yang baik juga bisa Anda harapkan kala ingin mengabadikan potret diri. Tapi meski ini mungkin tak harus berjuang, selfie di bawah situasi rendah cahaya sepertinya bukan pilihan terbaik. Kecuali kita sudah cantik atau ganteng dari lahir. Seperti dia!

Baterai 

Tak sekedar penghisap darah, vampir juga dikenal sebagai makhluk yang memiliki umur panjang. Bahkan kekal. Nah, Oppo A3s beda-beda tipis. Meski tetap ada saatnya dimana dia akan mati, namun butuh waktu lama untuk itu. Ini tak lain berkat baterai besar yang dibawanya, yang secara tidak langsung membuatnya berumur sangat panjang. Kalau bicara angka, kapasitas yang dibawanya lebih dari cukup, 4230 mAh.

Awalnya terkait umur panjang ini, jelas adalah klaim Oppo, sampai kami mulai bermain-main dengannya dan mau tak mau mengangguk setuju. Ya, A3s sangat bisa diandalkan untuk melakukan berbagai aktivitas. Bukan cuma sekedar chatting seharian dengan grup ini dan itu, ataupun browsing sampai lelah mencari tiket murah untuk liburan akhir tahun. Lebih dari itu, kami memberdayakannya untuk marathon menonton YouTube, mendengarkan musik, menonton film, hingga melakukan video call untuk waktu yang lama. Hasilnya, baterainya memang super.

Dimulai pada posisi 100%, kami dibawanya bertahan selama hampir 15 jam untuk melakukan banyak hal, termasuk mendengarkan musik dalam perjalanan pergi dan pulang kantor serta marathon menonton beberapa episode drama Korea. Saat itu, settingan layar kami ubah beberapa kali, menyesuaikan dengan kondisi cahaya.

Kami berhenti kala waktu menunjukkan pukul 9 malam, ketika sebuah pesan pop up mengingatkan kami perihal baterai yang tersisa di bawah 20%. Di bawah 20% lho, artinya tidak akan langsung membuatnya almarhum. Paling tidak selama 20 menit ke depan. Lebih dari cukup dong?

Tapi ya, kita tak selamanya harus dibuat bahagia. Pasalnya, mengisi daya A3s dari posisi 0% hingga penuh akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Setidaknya 2,5 hingga 3 jam. Maaf saudara-saudara, tidak ada fast charging disini. Dan itu adalah harga yang harus kita bayar untuk sebuah perangkat kelas menengah.

Desain

Dengan harga di bawah Rp 3 juta yang dibawanya, Oppo A3s sudah barang tentu bukan bagian dari kelas flagship. Namun itu juga tak lantas membuatnya terlempar, jungkir balik dan guling-guling tak karuan. Katakan saja jika kita ingin membicarakan soal penampilan. Tidak akan menjadi yang paling cantik, itu pasti, tapi juga tidak sampai membuatnya harus tersisih ke pojokan. Dari segi desain dan konstruksi, ini bagus. Sekali lagi, untuk harga yang Anda bayarkan.

Memang, awalnya kami mengira ini terbuat dari kaca. Tapi jejak-jejak jari yang sontak memenuhi bagian depan dan belakang Oppo A3s membuat kami tersadar. Ah, ini plastik, tapi dengan finishing glossy. Sedikit menambah kerjaan, karena artinya harus rajin-rajin membersihkan noda itu,   jika tak mau dicap sebagai pengguna dekil.

Tapi sekali lagi, percayalah, ini tak lantas membuat A3s terlihat murahan, dan warna ungu yang mampir ke markas kami juga kian mempertegas kesan premium yang dimilikinya. Lagipula, ada jelly case gratis di dalam paket penjualan, yang bisa kita gunakan untuk mengamankan bagian belakang dan sisi-sisinya.

Itu termasuk tombol power yang tampak kesepian di bagian kanan, volume rocker dan tiga SIM tray (dual-nano SIM dan microSD) di bagian kiri, serta kombinasi audio jack 3.5mm, microphone, port micro USB dan loudspeaker di bagian bawah.

Secara garis besar, A3s bagus dan terasa nyaman di genggaman, tak hanya karena ukuran layarnya yang terasa kecil, ini juga lumayan ringan dan ramping. Nilai plus lah, apalagi di badannya bersemayam baterai berkapasita 4,230mAh. Paling tidak, tangan mungil ini tak harus berjuang untuk menggengamnya. Meski mengetik dengan satu tangan tetap harus dipikir-pikir lagi.

Layar

Untuk sebuah smartphone mid-range, layar besar 6.2 inci dengan aspek rasio 19:9 adalah sebuah indikator yang bagus untuk A3s. Ini lebih dari cukup untuk meningkatkan pengalaman pengguna, baik saat menonton ataupun sekedar browsing. Bezelnya juga terhitung tipis, dengan poni di bagian atas, yang sekali lagi membuatnya tampak sangat kekinian.

Tapi ada satu kekurangan yang tak bisa diabaikan, khususnya buat orang-orang seperti kami, yang malas berurusan dengan smartphone saat deadline mendera. Ya, tak ada notifikasi lampu LED disini, yang artinya harus membuat kita membuka smartphone untuk sekedar melihat apakah proses charing benar telah berlangsung atau tidak, dan apakah ini sudah penuh atau belum. Dear Oppo, why oh why?

Beruntung, A3s dilengkapi layar IPS dengan resolusi HD+ (1520 x 720). Bukan Cuma vibrant, warna yang dihasilkan juga cukup akurat. Bukan yang paling outstanding saat digunakan di bawah sinar matahari, tapi lumayan lah.

Kami mengujinya untuk menonton sejumlah film dan musik video. Dan seperti yang kami katakan sebelumnya, tampak jernih dengan warna-warna yang akurat. Suara yang dihasilkan juga menggelegar di volume tertinggi.

Nah, bagi Anda gampang merasa bosan, A3s dibekali beberapa tema menarik yang bisa digonta-ganti sesuai keinginan. Lalu ada juga fitur Night Shield, yang bisa digunakan saat  beraktivitas di malam hari. Fungsinya sesuai namanya,  melindungi mata dari cahaya ponsel yang terlalu terang.

UI

Oppo A3s memadukan ColorOS 5.1 dan Android 8.1 Oreo di dalam satu permukaan. Bukan perkara sulit untuk mengoperasikannya. Bahkan meski Anda bertahun-tahun menjadi pengguna merek Korea sekalipun. Swipe dari atas ke bawah akan membawa kita ke menu shortcut. Ketuk settings akan menampakkan Notification & Status Bar yang memungkinkan pengguna melakukan kostumisasi atas apa yang ingin ditampilkan di bar notifikasi dan status. Persentase baterai? Boleh banget.

Oh, bicara tentang aplikasi built-in, Oppo A3s datang dengan beberapa nama termasuk Lazada, J&T Express, Babe, Music Party, ORoaming, Game Space, Phone Manager, Compass, Clone Phone, Facebook, aplikasi Google lainnya.

Spesifikasi

Oppo A3s yang dibanderol Rp 2,6 jutaan ini dating dengan chipset Qualcomm Snapdragon 450, dengan dukungan RAM 3GB dan memori internal 32GB. Di atas kertas, ini lebih dari cukup, alias tidak mengecewakan. Namun mereka yang pintar berhitung mungkin akan berpikir beberapa kali untuk membelinya. Pasalnya, mereka bisa saja mendapatkan Snapdragon 636 di harga itu.

But hei, kita terima saja bahwa ini adalah SD 450. Dari segi kinerja, cukup baik untuk mengakomodasi berbagai kegiatan. Mulai dari sekedar browsing, nonton ataupun main game. Kami pribadi tidak mengalami banyak kendala saat berurusan dengannya. Bahkan ketika harus mengedit berita dari sini. Naise.

Kesimpulan

Ibarat pepatah, what you see its what you get. Dengan Oppo A3s, kita tidak hanya memiliki ponsel dengan tampilan yang menawan, tapi juga isi kepala yang baik. Pun, meski jika bicara harga prosesor yang lebih baik mungkin bisa kita dapatkan.

Tapi kita mendapatkan umur baterai yang Panjang sebagai gantinya. Ini lebih dari cukup jika yang kita harapkan adalah ponsel yang bisa bekerja seharian. Oppo A3s juga bisa melakukan banyak hal dengan baik.  Kombinasi Snapdragon 450, RAM 3GB dan ROM 32GB mungkin bukan yang terbaik, namun ini cukup bisa diandalkan.

Selain itu, kamera berkualitas khas smartphone menengah ke atas dari Oppo pun memberi nilai lebih pada A3s. Worth to buy lah. [IF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memanfaatkan Teknologi untuk Belajar di Sekolah Tapi Dari Rumah

Telset.id, Jakarta - Pandemi Virus Corona tak dimungkiri telah memaksa hampir semua orang di berbagai belahan dunia untuk beradaptasi...

Kejutan! Xiaomi Bawa Poco F2 Pro ke Indonesia

Telset.id, Jakarta - Disela acara yang dijadwalkan sebagai peluncuran Redmi 9 di Indonesia, Xiaomi menghadirkan kejutan. Vendor asal China...

ASUS Luncurkan Monitor Gaming Portable ROG Strix XG17AHP

Telset.id - Asus telah mengumumkan monitor gaming terbarunya yaitu ROG Strix XG17AHP 17-inch bulan Januari. Dan kini ASUS nampaknya...

Redmi 9 Resmi Tiba di Indonesia, Harganya Menggoda

Telset.id, Jakarta - Redmi 9 akhirnya secara resmi diperkenalkan untuk konsumen yang ada di Indonesia. Xiaomi menjuluki Redmi 9...

LG Aristo 5 Rilis dengan Spesifikasi Dua Kamera Belakang

Telset.id –  LG Aristo 5 resmi dirilis ke pasar Amerika Serikat. Spesfikasi LG Aristo 5 tergolong biasa saja, karena...
- Advertisement -