Kominfo Minta Korban Gempa Sulteng Jangan Termakan Hoaks

Telset.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meminta agar korban yang terdampak gempa bumi di Sulawesi Tengan (Sulteng) untuk tidak terpengaruh dengan berita hoaks yang banyak beredar.

Menurut Plt. Kabiro Humas Kominfo Ferdinandus Setu, saat ini marak sekali berita yang berpotensi menciptakan provokasi di kalangan masyarakat Sulteng terkait bencana gempa bumi.

Untuk itu, Ferdinandus meminta agar masyarakat jangan mudah percaya dengan berita-berita banyak tersebar di Internet yang tidak jelas sumbernya.

“Berkaitan dengan adanya peredaran berita/informasi hoaks seputar gempa bumi di Sulawesi Tengah, Kominfo meminta masyarakat terdampak gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah untuk tetap tenang dan waspada,” kata Ferdinandus.

Jangan terprovokasi oleh informasi yang tidak benar dan tidak bisa dipertanggung jawabkan sumbernya,” ucap pria yang dipanggil Nando itu, dalam keterangan resminya, Senin (1/10/2018).

Baca juga: Kominfo Kerahkan 100 Telepon Satelit ke Palu dan Donggala

Nando mengatakan jika saat ini pihak pemerintah dan swasta sedang berupaya terkait pemulihan khususnya dalam bidang telekomunikasi. Bahkan menurutnya, jaringan telekomunikasi pascabencana gempa bumi di wilayah Sulawesi Tengah berangsur pulih.

Ada tiga operator telekomunikasi seluler yakni Telkomsel, Indosat dan XL Axiata mengaku jika layanannya mulai pulih kembali.

“Layanan telekomunikasi seluler sudah dapat berfungsi sebanyak 49 persen coverage. Jumlah keseluruhan base station (BTS) 2G, 3G dan 4G yang sudah berfungsi dan dapat digunakan mencapai 1.728 BTS,” ucap Ferdinandus.

Menurutnya, saat ini operator seluler terus berupaya melakukan recovery terhadap BTS yang masih down atau terganggu dengan menyediakan mobile backup power (MBP), sembari menunggu pasokan listrik dari PLN.

Kominfo melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) sebelumnya juga telah mendistribusikan 31 unit telepon satelit di posko-posko penanganan bencana. Pendistribusian telepon satelit ini dilakukan bekerja sama dengan Danrem setempat.

Baca juga: Telkomsel Gratiskan Telpon dan SMS di Palu dan Donggala

Selain itu, Nando menyebutkab bahwa pihak Kominfo masih melakukan pengiriman telepon satelit. Hal ini dilakukan untuk mendukung koordinasi penanganan bencana di Sulawesi Tengah.

“Pengiriman telepon satelit tahap kedua sedang berlangsung. Sebanyak 50 unit telepon satelit yang pernah digunakan untuk mendukung koordinasi penanganan bencana di Lombok, NTB siap dikirimkan ke Palu untuk mendukung pelaksanaan komunikasi penanganan bencana di Sulawesi Tengah,” ucap Ferdinandus.

Untuk pelayanan internet pada Senin pagi kemarin (1/10), BAKTI Kominfo telah mengirimkan 8 unit perangkat internet satelit VSAT Ku-Band yang akan dipasang oleh 4 orang teknisi posko penanganan becana gempabumi di Sulteng.

“Sebanyak 2 perangkat VSAT sudah terpasang dan bisa digunakan untuk mendukung pengiriman data di Posko Utama Korem Tadulako dan Poso Media BAKTI Kominfo Rumah Jabatan Gubernur Sulteng Siranindi,” tutup Nando. [NM/HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Codec Video H.266 Hadir, 50% lebih Efisien dari H.265

Telset.id, Jakarta - Fraunhofer HHI (Heinrich Hertz Institute) mengumumkan hadirnya codec video terbaru, yakni codec H.266. Codec ini akan...

5 Cara Mudah Mengirim Foto Tanpa Kompres File

Telset.id - Sedang mencari cara mengirim foto tanpa harus kompres atau mengecilkan ukuran file? Kalian sepertinya tengah menemukan artikel...

Telkomsel Ajak Inovator Lokal Bergabung ke Program Tinc 2020

Telset.id, Jakarta - Telkomsel membuka pendaftaran untuk Program Telkomsel Innovation Center (Tinc 2020) Batch 5 tahun 2020. Tahun ini...

Foxconn jadi “Korban” Konflik China dan India

Telset.id, Jakarta  - Konflik antara India dan China membuat perusahaan terkenal seperti Foxconn selaku pemasok Apple dan merek asing...

Pengamat Beberkan Penyebab Kebocoran Data Denny Siregar

Telset.id, Jakarta - Pengamat keamanan siber menganalisa dugaan penyebab kebocoran data yang menimpa Denny Siregar. Diduga kebocoran data terjadi...
- Advertisement -