China Bakal Batasi Jumlah Game Online, Kenapa?

Telset.id, Jakarta – Saham perusahaan video game China jatuh pada Jumat ini setelah pemerintah mengumumkan rencana untuk mengendalikan jumlah game online. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk mencegah penyakit rabun jauh alias miopia pada anak-anak.

Rencana negeri ekonomi terbesar dunia ini adalah langkah terbaru untuk memperketat pengawasan atas industri video game yang berkembang pesat dan sangat populer di negara itu. Disisi lain tindakan ini justeru malah menghantam kinerja bursa saham mereka.

Dilansir Channel News Asia, Jumat (31/8/2018), peraturan baru tersebut diumumkan Kamis malam, setelah Presiden China Xi Jinping mengeluarkan “arahan penting” untuk melindungi penglihatan anak-anak. Rencana itu menyusul penghentian persetujuan lisensi game online baru.

Baca juga: China Bongkar Sindikat Judi Online dengan Cryptocurrency

Kamis lalu Kementerian Pendidikan China mengatakan bahwa pihak berwenang akan mengatur dan mengontrol jumlah total game internet serta jumlah judul baru yang boleh beredar. Pernyataan yang ditandatangani oleh delapan kementerian itu mengungkapkan rencana mengeksplorasi sistem peringatan sesuai usia dan mengambil tindakan untuk membatasi jumlah jam bermain anak-anak.

Kabar mengejutkan tersebut sontak membuat saham perusahaan video game China turun tajam pada Jumat pagi. Saham Tencent tercatat turun lebih dari 5 persen di Hong Kong sementara saham Perfect World Co, yang pernah terdaftar di bursa saham NASDAQ, tenggelam hampir 9 persen di bursa Shenzhen.

Pengembang game yang lebih kecil juga kehilangan momentumnya di Shenzhen. Saham Youzu Interactive Co jatuh hampir 8 persen, saham Sichuan Xun You Network Technology anjlok lebih dari 8 persen dan saham Ourpalm Co turun hampir 6 persen.

Baca juga: Game Petualangan Kodok Ini Sedang Ngehits di China

Kantor berita Xinhua, mengutip perintah Xi, melaporkan bahwa China memiliki tingkat miopia yang tinggi di kalangan pelajar pada usia yang semakin muda. Miopia dinilai telah sangat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental anak-anak, menimbulkan masalah besar bagi masa depan bangsa.

Awal bulan ini Bloomberg melaporkan bahwa China telah menyetop izin game mobile baru sebagai bagian dari perombakan pasar yang lebih luas.

National Radio and Television Administration, yang memperbarui daftar game online yang disetujui secara reguler menyatakan tidak ada judul game mobile baru untuk perusahaan domestik yang ditambahkan sejak Mei, dan tidak ada game impor baru yang disetujui sejak Februari lalu. [WS/HBS]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Harga Sejutaan, Samsung Galaxy M01 Hadir dengan Baterai 4,000 mAh

Telset.id, Jakarta - Samsung akhirnya resmi melepas seri Galaxy M01 di India. Samsung Galaxy M01 hadir dengan spesifikasi yang...

Main Game dengan Realme Buds Q Diklaim Anti Delay

Telset.id, Jakarta - Realme baru saja meluncurkan perangkat TWS yang dinamai Realme Buds Q. Menariknya, Realme Buds Q telah...

Honor 30 Lite Debut dengan Chipset Dimensity 800

Telset.id - Honor barus saja merilis Honor 30 Lite, yang merupakan versi terbaru dari Honor 30 series. Smartphone ini...

Cara Merekam Layar PC Windows Pakai PowerPoint

Telset.id - Mungkin ada aplikasi-aplikasi khusus yang menawarkan fitur perekaman layar. Akan tetapi tentu kita perlu usaha mencari dan...

Masuki New Normal, Pengguna Telkomsel Makin Rajin Internetan

Telset.id, Jakarta – Masuki New Normal, penggunaan layanan internet atau payload pelanggan Telkomsel di wilayah operasional Jabotabek Jabar selama...
- Advertisement -