Polisi AS Ciduk 3 Pentolan Kelompok Cybercrime Fin7

Telset.id, Jakarta – Para peretas alias hacker yang menargetkan infrastruktur Amerika Serikat (AS) tampaknya mulai kena batunya. Betapa tidak, Departemen Kehakiman AS (DOJ) telah menangkap tiga anggota tingkat tinggi atau pentolan dari kelompok kriminal siber (cybercrime) yang bernama Fin7 karena berperan dalam serangan siber di lebih dari 100 perusahaan negeri Paman Sam.

Menurut DOJ, seperti dilansir zdnet, Kamis (2/8/2018), perusahaan yang menjadi korban tindakan kriminal kelompok asal Eropa Timur itu lokasinya tersebar di 47 negara bagian.

Tiga orang pentolan Fin7 yang ditangkap merupakan warga negara Ukraina, yakni Dmytro Fedorov (44 tahun), Fedir Hladyr (33 tahun) dan Andrii Kopakov (30 tahun).

Masing-masing anggota kelompok kriminal lintas negara ini didakwa telah melakukan 26 kejahatan, seperti melakukan konspirasi, penipuan kawat (wire fraud), peretasan komputer, penipuan akses perangkat dan pencurian identitas yang memberatkan.

Fin7 juga disebut-sebut sebagai Carbanak Group dan Navigator Group. Setidaknya sejak 2015, kelompok cybercrime ini menggunakan malware untuk menargetkan lebih dari 100 perusahaan dengan fokus pada industri yang sering diserang seperti restoran, permainan (gaming) dan perhotelan.

Laporan Investigasi Pelanggaran Data Verizon telah menyebutkan bahwa industri-industri tersebut sangat rentan selama dua tahun terakhir.

DOJ menjelaskan, kelompok cybercrime biasanya akan meretas ke sistem komputer, mencuri nomor kredit pelanggan dan kartu debit dan kemudian menggunakan atau menjual data. Aksi ini berjalan cukup sering bagi Fin7, dengan mencuri lebih dari 15 juta catatan kartu kredit dari lebih dari 6.500 terminal point-of-sale di 3.600 lokasi terpisah.

Kelompok ini menggunakan rekayasa sosial melalui phishing dan panggilan dan intrusi jaringan untuk mengambil data. Fin7 broperasi di Inggris, Australia dan Prancis.

Baca juga: Peretas China Bobol Komputer Angkatan Laut AS

Ketika perusahaan diretas, DOJ mencatat bahwa beberapa rantai restoran yang dikenal adalah korban Fin7. Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain Chipotle Mexican Grill, Chili’s, Arby’s, Red Robin dan Jason’s Deli.

Melihat komentar dari pernyataan DOJ, sudah jelas lembaga tersebut ingin menggunakan penangkapan ini sebagai alat pencegah kejahatan dunia maya. Penangkapan dilakukan dengan bekerja sama dengan pihak berwenang asing.

Baca juga: Waspada! Akun Game Online Dibidik Hacker

Hladyr ditangkap ketika menunggu persidangan di Seattle. Federov, yang mengawasi peretas lainnya, ditangkap di Polandia dan ditahan di sana sambil menunggu ekstradisi ke A.S. Kolpakov ditahan di Spanyol sambil menunggu permintaan ekstradisi AS. [WS/IF]

Sumber : Zdnet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Siap-siap, Iklan di YouTube Bakal Semakin Mengganggu

Telset.id, Jakarta  - Kabar menyebut bahwa iklan di YouTube bakal semakin mengganggu. YouTube mengatakan bahwa iklan jenis paruh putar...

Pakai Facial Recognition, Polisi Malah Salah Tangkap

Telset.id, Jakarta  - Gara-gara sistem pengenalan wajah atau facial recognition, polisi lagi-lagi melakukan salah tangkap. Polisi keliru mencokok pelaku...

7 Tips Merawat Earphone Agar Tetap Awet dan Bersih

Telset.id, Jakarta - Earphone merupakan perangkat pendukung bagi pengguna smartphone. Untuk itu earphone harus dirawat dengan baik supaya tetap...

Permintaan PC dan Laptop Meningkat Selama Covid-19

Telset.id, Jakarta - Covid-19 membuat orang terpaksa harus bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Hal ini secara...

China Gunakan AI untuk Pantau Perilaku Pekerja Konstruksi

Telset.id, Jakarta - Institute of Automation di Beijing, China mengembangkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk memantau perilaku pekerja konstruksi...
- Advertisement -