Telset.id – Saat ini ada dua jenis smartphone yang paling diminati oleh masyarakat dunia, termasuk di Indonesia yakni smartphone Android dan iPhone. Smartphone Android bisa dibilang lebih unggul dibandingkan iPhone karena masuk ke semua kalangan, entah itu anak muda hingga orang tua sekalipun.
Sedangkan untuk iPhone, bisa dibilang penggunanya rata-rata merupakan kalangan menengah ke atas yang rela menghabiskan uang berjuta-juta Rupiah untuk mendapatkannya.
Tapi meski bisa diterima di semua kalangan, Android harus mengakui kelebihan dari iPhone karena beberapa hal. Nah untuk itu, tim Telset.id akan memberikan alasan kenapa iPhone ungguli smartphone Android. Check this out!
Ekslusif

Hal pertama yang jadi alasan kenapa iPhone masih ungguli smartphone Android adalah ekslusif. iPhone dibuat dan didesain khusus oleh Apple dan berjalan di atas sistem operasi iOS yang juga dibuat oleh Apple.
Jadi bisa dikatakan smartphone satu-satunya yang berjalan di atas iOS adalah iPhone saja. Berbeda dengan Android, banyak merk dari mulai merk yang besar hingga merk yang belum dikenal merilis smartphone Android.
Berbagai seri smartphone Android pun akhirnya beredar di pasar smartphone dunia. Dan rata-rata, meski berbeda merk, terkadang smartphone Android yang beredar memiliki jenis OS yang sama, spesifikasi yang hampir serupa, dan hal-hal lainnya yang sebenarnya sama saja. Bahkan untuk sisi desain pun, kadang smartphone Android hampir mirip satu sama lain.
Lebih Cepat

Smartphone buatan Apple pun juga perlu diakui lebih cepat dibandingkan smartphone Android yang sekelas atau minimal yang diluncurkan di tahun yang sama. Sebut saja seperti iPhone 8, 8 Plus dan iPhone X yang ditenagai dengan prosesor Apple A11 Bionic.
Jika harus dibandingkan dengan smartphone flagship Samsung terbatru seperti Galaxy S8 dan Note 8, iPhone masih unggul jauh dibandingkan dua smartphone flagship Android tersebut. Performa iPhone yang mengagumkan itupun tak terlepas dari sistem operasi iOS yang memang didesain seringan mungkin hingga membuat iPhone berjalan smooth tanpa adanya lag atau bahkan hang sama sekali.
Teknologinya Canggih

Masih ingat dengan 3D Touch yang pertama kali diperkenalkan di iPhone 6s?Fitur ini memungkinkan smartphone untuk mengenali tekanan dari jari pengguna terhadap ikon aplikasi untuk menampilkan pilihan pengaturan cepat pada aplikasi yang mendukungnya.
Teknologi tersebut saat itu bisa dibilang mengungguli smartphone Android “yang masih belum terpikirkan” untuk meluncurkan fitur ini. Selang beberapa lama, akhirnya berbagai merk smartphone Android meluncurkan fitur yang serupa dengan nama yang berbeda-beda.
[Baca juga: TrueDepth Camera iPhone X Adalah Teknologi Masa Depan]
Teknologi lainnya yang bisa dikatakan meninggalkan jauh smartphone Android adalah TrueDepth Camera pada iPhone X yang ditanamkan sistem keamanan berbasis pengenalan wajah, Face ID. Menurut analis dari KGI Securities, Ming-Chi Kuo, kehadiran TrueDepth Camera pada iPhone X mampu “meningkatkan derajat” smartphone tersebut, karena teknologi yang terdapat di bagian atas layar iPhone X itu merupakan teknologi yang masih bisa bersaing dengan smartphone Android masa depan, tepatnya 2,5 tahun ke depan. Canggih kan?
Penyebaran OS yang Cepat

Karena ekslusif dibuat oleh Apple, maka sistem operasi iOS terbaru yang disebarkan Apple ke berbagai perangkat iPhone pun bisa merata dan dirasakan oleh banyak penggunanya. Sebagai contoh iOS 11, sebulan setelah diluncurkan, sudah ada 55% perangkat iPhone yang menggunakannya.
Berbeda jauh dengan Android, di saat banyak pengguna smartphone Android baru merasakan Android 7.0 Nougat, Google telah meluncurkan pembaruan Android 8.0 Oreo. Itupun diperparah dengan “tingkah laku” Google yang gemar menyebarkan secara ekslusif terlebih dahulu sistem operasi terbaru mereka untuk perangkat asli Google.
[Baca juga: Adopsi Android Oreo Baru Mencapai 0,3%]
Ini breimbas dengan lambatnya penggunaan sistem operasi baru Android. Misalnya saja Android Nougat yang pertama kali debut pada 2016 lalu. Hingga kini jumlah penggunanya baru mencapai 20,6%. Sedangkan Oreo yang debut pada di tahun ini baru digunakan oleh 0,3% pengguna Android. (FHP/HBS)




