Telset.id, Jakarta ā Sejak sepeninggal Steve Jobs, Apple sering dikritik karena hanya menjadi āpengekorā. Pasalnya, beberapa seri iPhone terakhir menggunakan teknologi yang sudah lama digunakan para pesaingnya. Wajar jika Apple mendapat kritikan seperti itu, karena Apple di era Steve Jobs sempat menyandang predikat inovator, karena sering menghadirkan inovasi baru yang diikuti pesaingnya.
Kritikan pedas kembali diterima Apple saat mereka meluncurkan tiga jagoan barunya, iPhone 8, iPhone 8 Plus, dan iPhone X. Di tengah gegap gempitanya acara peluncuran iPhone generasi terbaru di Steve Jobs Theater pada 12 September lalu, Apple dikritik hanya membuat perangkat yang miskin inovasi.
āApa sih yang benar-benar baru di iPhone 8 dan iPhone 8 Plus? Adanya wireless charging adalah perubahan terbesar. Tapi smartphone Android, Windows 10, Windows Phone dan bahkan WebOS telah menggunakannya selama bertahun-tahun,ā ujar Ewan Spence, kolumnis teknologi Forbes yang dikutip Telset.id.
Lalu bagaimana dengan iPhone X? Ewan kembali mengatakan tidak ada teknologi baru yang disematkan Apple di iPhone X. Bahkan ada teknologi yang sudah digunakan bertahun-tahun oleh ponsel lain, tapi kini baru hadir di iPhone.
Tapi itulah Apple, terkadang mereka justru lebih sukses menjual teknologi lawas yang sudah lebih dulu digunakan para rivalnya. Bahkan ada satu teknologi di iPhone X yang dulunya dicap sebagai āfitur yang ribetā, kini malah disambut antusias oleh para pengguna smartphone sedunia.
Nah, ingin tahu apa saja teknologi lawas yang baru digunakan Apple pada iPhone generasi terbaru? Yuk, simak ulasannya berikut ini:
Layar OLED

Jika Anda berpikir iPhone X merupakanĀ ponsel pertama yang menggunakan panel layar OLED, tebakan Anda bisa dikatakan salah. Kenapa? Hal itu karena iPhone X bukanlah ponsel pertama yang menggunakan panel canggih tersebut, melainkan yang pertama menggunakannya adalah Nokia N85 yang diluncurkan pada 2008 silam.
Bisa dibayangkan betapa canggihnya Nokia N85 pada masa itu bukan? Meski akhirnya Nokia tergerus dengan berbagai merekĀ smartphone berbasis Android dan iOS, tapi perlu diingat jika iPhone generasi pertama yang diluncurkan pada 2007 silam pun masih menggunakan panel layar TFT.
Lanjut ke halaman selanjutnya >>>
Desain Borderless

Seperti yang sudah disebutkan tadi, iPhone X mengadopsi desain terkini di duniaĀ smartphone flagship yakniĀ borderless. Tapi tahukah Anda jika sebenarnya desain tersebut terbilang sudah berumur hampir satu tahun danĀ smartphone pertama yang menggunakan desain tersebut adalah Xiaomi Mi Mix yang membawa layar berukuran 6,4 inch yang menghabiskan ruang depan sebanyak 91.3%.
Tentu hal tersebut membuat Apple boleh dibilang tertinggal karena setelah Mi Mix, berbagai perusahaan pun berusaha untuk menggunakan desain ini untukĀ smartphone mereka seperti Samsung, Essential Phone, dan lainnya.
Wireless Charging

Mengisi bateraiĀ smartphone secaraĀ wireless memang masih terdengar ātidak mungkinā bagi kita yang masih mengisi bateraiĀ smartphone dengan menggunakan kabel. iPhone X sendiri saat ini sudah mendukung pengisian baterai dengan teknologi canggih tersebut.
Namun kenyataannya, iPhone X boleh dibilang tertinggal dalam hal pengadopsian teknologi itu. Kenapa? Hal itu karena teknologiĀ wireless charging ini muncul pertama kali pada 2009 yang dibawa oleh sebuahĀ smartphone bernama Palm Pre dan kemudian di-branding oleh Samsung pada seri Samsung Galaxy S5.
Face ID

Apple menghilangkan sistem keamanan Touch ID pada iPhone X dan menggantinya dengan Face ID berbasisĀ face recognition karena padaĀ smartphone ini tidak ada tombol Home, seperti seri iPhone sebelumnya.
Dengan menggunakan fitur itu, pengguna iPhone X bisa membukaĀ smartphone hanya dengan menatapnya. Namun nyatanya teknologiĀ face recognition yang disematkan pada iPhone X untuk membuka layarĀ smartphone bukanlah teknologi baru.
Hal itu karena pada 2011 silam, pesaing berat Apple yakni Samsung pernah menggunakan teknologi Face Unlock pada seri Samsung Galaxy Nexus dan dilanjutkan pada seri Samsung Galaxy Note 7, S8 dan S8+ serta terakhir yakni Samsung Galaxy Note 8 yang menggunakan fiturĀ face recognition untuk membukaĀ smartphone.
Kemudian pada tahun 2015 Microsoft pun menggunakan fitur yang sama dengan nama Windows Hello. Cukup tertinggal jauh bukan iPhone X?
Swipe Up to Unlock

Beberapa waktu lalu saat BlackBerry meluncurkan BlackBerry Z10, terdapat fitur yang dirasa āribetā oleh pengguna Z10 saat itu yakniĀ swipeĀ up to unlock. Hal itu karena pengguna Z10 saat itu lebih memilih menggunakan tombol Power untuk membukaĀ smartphoneĀ dibandingkan harusĀ menyalakan layar kemudianĀ swipe ke atas untuk membuka layar.
Namun akhirnya fitur yang dulu disebut āribetā tersebut malah terkenal saat ini. Misalnya saja padaĀ smartphone Android dan bahkanĀ iPhone X. Entah kenapa dulu pengguna Z10 menyebutĀ swipe up to unlock sebagai fitur yang ribet.
Well bagaimana menurut Anda? Apakah ada fitur iPhone X lainnya yang dirasa sudah muncul beberapa tahun sebelumnya? (FHP)




