Telset.id – Ransomware boleh dikatakan sebagai salah satu cyber threat yang sering dilancarkan oleh para hacker untuk meraup keuntungan finansial. Mungkin masih segar di dalam pikiran kita ketika serangan ransomware WannaCry dan Petya yang mengenkripsi data korbannya demi mendapatkan tebusan pundi-pundi uang.
Dilansir dari CNET, serangan ransomware bahkan boleh dibilang tiap tahunnya tidak berkurang dan cenderung meningkat. Sehingga membuat kita sebagai pengguna perangkat teknologi digital diharuskan waspada dan melindungi perangkatnya dari serangan ransomware.
Tentu saja serangan ransomware tidak hanya berhenti pada WannaCry dan juga Petya, karena para hacker selalu berusaha ada di depan kita untuk memunculkan ransomware baru yang siap memangsa korbannya demi keuntungan finansial.
Nah kali ini, tim Telset.id akan memberikan tips untuk hindari The Next Petya dan WannaCry bagi Anda agar siap saat menghadapi serangan ransomware berikutnya. So, ikuti yuk caranya!
Perhatikan Privasi Anda di Media Sosial

Cara pertama yang kami sarankan untuk bisa Anda lakukan adalah dengan mengamankan terlebih dahulu media sosial yang Anda gunakan saat ini. Pastikan konten-konten yang Anda bagikan di Facebook, Instagram, dan lainnya hanya kepada orang-orang yang dikenal saja atau boleh dibilang jangan berbagi terlalu banyak dan perhatikan privasi Anda sendiri.
“Jangan berbagi terlalu banyak informasi pribadi, terutapa biografi atau area personal Anda,” ucap Jason Bradlee, Executive VP and Head of Security Fujitsu America, seperti dikutip dari CNET, Jumat (14/07/2017).
Hal itu dilakukan karena para hacker nantinya akan dengan mudah melacak Anda dan mengetahui berbagai macam informasi penting Anda seperti alamat, nomor telepon, alamat email, dan lainnya sebagai tahap awal untuk melancarkan serangan. So, lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial seperti ucapan Menkominfo, Rudiantara yakni “muamalah medsosiah“.
Hati-hati saat Gunakan Email

Berkaitan dengan cara yang pertama, jika Anda tidak hati-hati dalam menggunakan media sosial sehingga berbagai informasi penting dari diri Anda bisa didapatkan dengan mudah oleh para hacker, maka akan berimbas pada teknik phishing atau penipuan lewat email.
Mungkin beberapa dari Anda pernah mendapatkan kiriman email yang berisi invoice atau tautan lainnya yang mengharuskan kita untuk mengunduhnya. Nah bisa jadi, salah satu penyebabnya adalah mudahnya informasi pribadi Anda termasuk alamat email yang hacker dapatkan dari kelalaian di media sosial.
Karenanya, untuk menghindari hal semacam itu, kami sarankan agar lebih baik tidak membuka email dari orang atau akun yang Anda kenal, apalagi mengunduh tautan yang terdapat dari email tersebut, karena mungkin saja akan berisi ransomware yang akan “menyandera” data penting Anda nantinya.
Nah selain tautan, bisa juga pada email pun berisi link URL yang mengharuskan Anda untuk mengaksesnya. Kami sarankan kembali untuk tidak sembarang mengaksesnya untuk mengamankan PC, laptop atau smartphone Anda dari serangan para hacker.
Buat Password Rumit Namun Mudah Diingat

Selanjutnya adalah perkuat sisi password berbagai akun Anda entah itu email, media sosial atau bahkan password dari perangkat elektronik canggih Anda. Hal itu karena password merupakan “benteng pertama” dari akun atau perangkat elektronik Anda.
Cara untuk memperkuat password sebenarnya sudah pernah kami bagikan di sini, namun kami akan kembali menjelaskannya untuk Anda.
Pertama yang harus Anda lakukan adalah gunakan password yang panjang sekitar 8 sampai 15 karakter dan yang pasti sulit ditebak oleh orang lain, namun mudah diingat oleh kita sendiri. Misalnya saja campurkan huruf besar dan kecil serta angka dan juga simbol hingga membentuk kata-kata yang mudah kita ingat seperti “D@v1D+7@m3S” misalnya.
Trik selanjutnya soal password adalah jangan pernah gunakan password yang sama untuk berbagai akun Anda. Hal itu arena jika password Anda didapatkan oleh hacker atau orang yang tidak bertanggung jawab, maka mereka akan dengan mudah membobol berbagai akun Anda.
Pastikan OS yang Digunakan Up to Date

Banyak dari kita yang menggunakan PC atau laptop ber-platform Windows atau lainnya, kurang memperhatikan soal pembaruan sistem operasi. Padahal pembaruan itu sangat penting karena para vendor seperti Microsoft misalnya, akan memberikan tambalan atau perbaikan pada pembaruan yang dirilisnya untuk berbagai versi sistem operasi yang masih didukung, seperti Windows 7 dan juga Windows 10.
Tentu jika pengguna yang tidak selalu memperbarui sistem operasinya seperti memberikan celah bagi para hacker untuk mengeksploitasi sistem komputer mereka. Karenanya, kami sarankan untuk terus memperbarui sistem operasi komputer Anda jika memungkinkan ya!
Caranya mudah kok, jika Anda pengguna Windows 10 mungkin tidak usah khawatir karena pembaruan akan otomatis di-install apabila mendapatkan koneksi internet yang stabil. Sedangkan untuk Windows 8 dan 8.1, yang harus dilakukan adalah buka Settings > Change PC Settings > Update and recovery.
Sementara untuk Windows 7, cari Windows Update di kolom pencarian dan pastikan pengaturan update diubah menjadi Install Updates Automatically. (FHP)




