Gara-gara Kanguru, Sistem Autonomous Car Volvo Bingung

Gara-gara Kanguru, Sistem Autonomous Car Volvo Bingung

Penulis:Muhammad Faisal Hadi Putra
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id, Jakarta – Volvo merupakan salah satu pabrikan mobil yang kini mengembangkanĀ teknologiĀ self-drivingĀ carĀ atau biasa disebut denganĀ autonomous car. Ada yang menarik saat perusahaan otomotif asal Swedia itu mengembangkan mobil tanpa awaknya, karena ternyata mereka terkendala oleh Kanguru. Kenapa dengan Kanguru?

Dilansir dari The Verge, kendala itu karena sistem autonomous carĀ Volvo tidak mengenali Kangguru karena cara pergerakan mereka yang berbeda dibandingkan dengna hewan berukuran besar lainnya.

ā€œHewan pelompat sama sekali tidak terdeteksi oleh sistem pendeteksian hewan di mobil,ā€ ucap David Pickett, Technical Manager Volvo Australia seperti dikutip dari ABC Australia, Selasa (04/07/2017).

[Baca juga:Ā Setelah Autonomous Car, Kini Muncul ā€œSelf-driving Potatoā€]

autonomous carĀ Volvo

Menurutnya, saat sistem diuji dengan satwa liar lainnya seperti Rusa, mobil Volvo mampu mengidentifikasinya karena hewan tersebut berpijak di tanah yang menjadi titik acuan untuk menentukan jarak suatu objek. Namun sistem akan bingung ketika menemukan hewat melompat seperti Kangguru, karena tidak bisa menentukan jarak objeknya.

Pihak Volvo sendiri mengatakan masih akan melakukan pengembangan untuk menghilangkan kekurangan ini. Managing Director Volvo, Kevin McCan mengatakan jika pihaknya masih melakukan penyesuaian untukĀ software sehingga diperlukan beberapa kali pengujian di berbagai situasi.

[Baca juga:Ā Setelah Autonomous Car, Kini Muncul Kereta Driveless]

ā€œSetiap perusahaan yang mengerjakan konsepĀ autonomous car harus melakukan pengembangan. ini adalah proses yang rumit, tapi kami tidak menyebutnya secara khusus sebagai masalah untuk pendeteksian kangguru. Ini kami sebut sebagai deteksi hewan kecil,ā€ jelasnya.

Memang dalam pengembangan kendaraan otonom, para perusahaan yang turut serta dalam mengembangkannya tidak hanya harus fokus pada kondisi lalu lintas dan juga berbagai objek di sekitarnya, tapi juga harus bisa menganalisa lingkungan lain, seperti jalan raya yang dilalui oleh penggunaĀ self-driving. (FHP/HBS)

https://youtu.be/JmI5r1w4QPw