Spyware Pegasus

Jurnalis dan Pengacara Meksiko Diserang Spyware, Kenapa?

Penulis:Muhammad Faisal Hadi Putra
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id, Jakarta – ParaĀ hacker selalu saja mendapatkan cara baru untuk mengambil informasi secara ilegal dari korbannya. Baru-baru ini muncul laporan dari Citizen Lab yang mengungkapkan jika paraĀ hacker saat ini menyebarkan pesan teks atau SMS yang berisiĀ spyware.

SMS yang berisi pesan tagihan kartu kredit, ancaman penculikan bahkan hingga berisi informasi pribadi si calon korbannya tersebut diketahui menargetkan dua profesi yakni jurnalis dan juga pengacara di Meksiko.

Jika calon korban terjebak, maka saat mereka mengaksesĀ link yang terdapat pada pesan, otomatisĀ spyware bernama ā€˜Pegasusā€ ini akan langsung menginfeksiĀ smartphone dan langsung mengambil berbagai data penting sepertiĀ history panggilan, isi SMS bahkan hingga mengambil foto dan juga audio di dalam memoriĀ smartphone.

[Baca juga:Ā Awas! 800 Aplikasi Android Gratisan Disusupi Malware]

ā€œSasarannya (spyware) adalah yang bekerja pada investigasi korupsi oleh presiden Meksiko dan partisipasi pemerintah federal Meksiko soal pelanggaran Hak Asasi Manusia,ā€ jelas Citizen Lab dalam situs resminya.

Spyware Pegasus sendiri memungkinkan penggunanya untuk bisa melacak lokasi target, melihat kegiatan mereka secaraĀ online, melihat isi pesan, dan banyak kegiatan ā€œilegalā€ lainnya yang bisa dimanfaatkan dari Pegasus.

[Baca juga:Ā Serangan Mobile Malware Naik Tiga Kali Lipat di Q1 2017]

Yang mengejutkan adalah, ternyata pesan teks berisiĀ spyware ā€˜Pegasusā€ ini sesuai dengan yang dibuat oleh salah satu perusahaan asal Israel, yakni NSO Group. Sekedar informasi, perusahaan ini sendiri hanya menjual toolsĀ mereka kepada pemerintahan saja.

Pada Agustus tahun lalu, Citizen Lab juga merilis laporan yang mengungkapkan seorang aktivis dari UEA yakni Ahmed Mansoor, menjadi sasaran utama dari Pegasus dan juga Trident yang merupakan rangkaian eksploitasi Zero Day di iOS. KeduaĀ spyware tersebut dirancang untuk menginfeksi iPhone 6 melaluiĀ link berbahaya yang dikirimkan lewat pesan teks. (FHP/HBS)