Telset.id, Jakarta – Smartphone kian canggih dengan beragam aplikasi di dalamnya. Namun tidak semua aplikasi di smartphone sebenarnya berguna, malah justru dapat membuat kinerja smartphone menjadi “lemot” dan menguras baterai.
Meski terlihat canggih, namun tanpa Anda sadari sebenarnya banyak aplikasi yang justru tak terlalu diperlukan. Aplikasi-aplikasi yang tidak diperlukan ini tak hanya menguras ruang penyimpanan, tetapi juga dapat mempengaruhi kinerja dan daya tahan baterai smartphone.
Nah, sudah saatnya Anda untuk membersihkan smartphone dari aplikasi-aplikasi yang tak berguna itu. Tim Telset.id akan memberitahu aplikasi-aplikasi mana saja yang perlu dihapus.
Ada 4 aplikasi yang menurut kami harus dihapus dari smartphone Anda. Aplikasi-aplikasi apa saja itu? Kita mulai menghapus aplikasi dari halaman berikutnya:
1. Aplikasi yang katanya menghemat RAM
Ada beberapa aplikasi yang berjalan di latar belakang dan itu memakan RAM dan menggunakan baterai, bahkan jika mereka siaga. Jadi ada beberapa aplikasi yang mengklaim untuk meningkatkan memori Anda dengan cara menutup aplikasi yang berjalan di latar belakang . Sayangnya, ini memperburuk masalah.
Aplikasi yang berjalan di background akan minta di restart ketika Anda menutupnya. Memori dan baterai sudah pasti terpakai ketika me-restart aplikasi tersebut jika dilakukan secra kostan menutup dan me-restart maka ini akan membuat ponsel menjadi tidak stabil. Selanjutnya, Android berhasil penggunaan RAM secara otomatis dan tahu kapan untuk menjalankan sebuah aplikasi atau tidak, sehingga aplikasi pihak ketiga yang tidak diperlukan.
2. Clean Master
Ketika Anda melihat kapasitas memori sudah menipis, sudah pasti ingin membersihkan aplikasi tersebut untuk bisa meningkatkan kinerja. Sementara aplikasi yang dihapus kadang-kadang meninggalkan beberapa data cache, dan itu tidak perlu men-download cleaner khusus. Anda cukup ke pengaturan dengan cara Settings > Storage > dan tekan Data dalam cache . Pada Hapus data cache yang cepat, tekan OK .
Atau, Anda dapat menghapus cache aplikasi individual dengan pergi ke Settings> Apps> download dan menekan pada sebuah aplikasi. Pada halaman berikutnya, tekan hapus Cache.
Hal ini dikarenakan Clean Master dan aplikasi serupa sering membutuhkan banyak daya baterai, dan terdapat iklan dalam aplikasi mereka sehingga memiliki potensi untuk mengambil kuota data bulanan Anda. Lebih baik hapus aplikasi tersebut demi kenyamanan Anda.
3. Sebagian Besar Tidak Menggunakan Anti Virus
Untuk perlindungan seperti pencurian, Android Device Manager bekerja dengan aman tanpa aplikasi tambahan. Dan apakah sebuah aplikasi bisa benar-benar menyembunyikan sebuah malware,dalam hal ini Google sangat ketat memeriksa semua aplikasi yang ada di Play Store secara otomatis.
Sehingga tidak perlu lagi sebenarnya Anda menggunakan aplikasi tambahan seperti antivirus untuk dipasangkan. Namun jika Anda mengambil di luar Play store dan belum dideteksi oleh Google maka itu akan menjadi masalah, karena Google tidak bisa menjamin aplikasi itu aman atau tidak.
4. Penghemat Baterai
Mirip dengan RAM booster, aplikasi hemat baterai sering menjadi beban. Aplikasi ini menawarkan solusi menghemat baterai tetapi hanya ada beberapa pengecualian untuk kebenaran bahwa aplikasi penghemat baterai yang hanya billboard menyamar sebagai aplikasi yang berguna.
Untuk benar-benar meningkatkan masa pakai baterai, Anda harus mengurangi permintaan energi dari sistem operasi dan semua layanan yang berjalan dan aplikasi.
Jadi untuk menjadi efektif, aplikasi hemat energi akan perlu untuk mengambil kendali dari menjalankan Android. Tapi karena Android tidak bisa dikendalikan tanpa akses root, aplikasi yang tersedia di Play Store tidak bisa hanya masuk dan mengambil kendali. Paling-paling, aplikasi hanya dapat memperingati kalau Anda sudah banyak menggunakan baterai dan aplikasi saja yang mengurasnya.[MS/HBS]




