Pasar Cloud Dunia di 2016 Mencapai USD 148 Miliar

Telset.id, Jakarta – Pendapatan dari operator dan vendor Cloud, termasuk Amazon Web Services, Microsoft, IBM, Rackspace dan Salesforce, dalam enam layanan cloud kunci dan segmen pasar infrastruktur telah tumbuh sebesar 25% pada tahun 2016. Nilainya mencapai USD 148 Miliar. Hal ini disampaikan oleh perusahaan analis berdasarkan Synergy Research Group, seperti dilansir dari Computerworld.

Keenam segmen pasar cloud kunci tersebut adalah infrastructure-as-a-service (IaaS), platform-as-a-service (PaaS), hosted private cloud, enterprise software-as-a-service (SaaS), unified communications-as-a-service (UCaaS), public cloud dan private cloud.

Menurut data penelitian baru dari Synergy Research, segmen IaaS & PaaS mengalami pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 53%. Hal ini diikuti oleh layanan infrastruktur private cloud host di 35%, dan setelah itu, perusahaan software-as-a-service di 34%.

Pada tahun 2016, pengeluaran untuk layanan awan telah menyusul belanja hardware infrastruktur cloud dan perangkat lunak, mencatat Synergy Research Group. Secara agregat, pasar layanan cloud sekarang tumbuh tiga kali lebih cepat dari perangkat keras infrastruktur awan dan perangkat lunak pasar.

Walau demikian, pasar cloud ini masih menemui hambatan. “Hambatan utama dalam adopsi cloud adalah persepsi yang ada saat ini adalah berdasarkan pengalaman masa lalu. Terutama tentang public cloud,” sekarang hampir sesuatu dari masa lalu, terutama di sisi awan publik ” ujar Jeremy Duke, pendiri dan kepala analis, Synergy Research Group menjelaskan.

Pemimpin Pasar Cloud Pada Tahun 2016

Perusahaan-perusahaan yang tampil menonjol berdasarkan catatan Synergy Research Group di tahun 2016 ini adalah Amazon Web Services, Microsoft, HPE, Cisco, IBM, Salesforce dan Dell EMC.

Selama periode Q4 2015 untuk Q3 2016, total belanja pada perangkat keras dan perangkat lunak untuk membangun infrastruktur cloud melebihi US $ 65 miliar. Yang mendominasi adalah pembelanjaan untuk private cloud. Hampir menyumbangkan setengah dari total pembelanjaan cloud tersebut jauh diatas public cloud. Namun, public cloud dari pertumbuhannya jauh lebih cepat.

Investasi dalam infrastruktur oleh penyedia layanan cloud membantu para vendor Cloud untuk memperoleh pendapatan hampir US$ 30 miliar dari jasa infrastruktur cloud (IaaS, PaaS, host layanan cloud pribadi) dan lebih dari US$ 40 miliar dari SaaS perusahaan. Selain itu untuk mendukung layanan internet seperti pencarian, jejaring sosial, email dan e-commerce.

Di sisi lain, UcaaS yang memiliki pasar yang berbeda ternyata juga terus berkembang dan mengendalikan beberapa perubahan radikal dalam komunikasi bisnis.

“Kami mencatat bahwa pada 2015, cloud masih menjadi mainstream dan saya akan mengatakan bahwa 2016 adalah tahunnya yang cloud. Di mana, cloud mulai mendominasi banyak segmen pasar TI,” kata Jeremy Duke, Pendiri dan Kepala Riset Synergy Research Group menjelaskan.

Jeremy menambahkan bahwa “Pasar cloud masih memilikik hambatan utama. Yakni untuk adopsi cloud sekarang hampir sesuatu dari masa lalu, terutama pada sisi awan publik. Teknologi Cloud sekarang menghasilkan pendapatan besar bagi vendor teknologi dan penyedia layanan cloud dan belum ada masih banyak tahun pertumbuhan yang kuat ke depan”. (Icha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here