Telset.id, Jakarta āĀ Beberapa waktu lalu, kami sempat mengabarkan jika ternyataĀ lebih dari 1,5 miliar akun pengguna Yahoo telah dicuri oleh paraĀ hacker pada tahun 2013 (1 miliar akun) dan 2014 (500 juta akun). Tak cukup sampai disitu, ternyata databaseĀ pengguna Yahoo yang telah dicuri tersebut telah dijual diĀ Dark Web pada Agustus lalu sebesar $300,000 atau sekitar Rp 4 miliar.
Menurut Chief Intelligence Office dari perusahaan keamanan InfoArmor, Andrew Komarov,Ā database tersebut sudah menarik tiga pembeli termasuk duaĀ spammer terkemuka dan satu orang lainnya yang kemungkinan terlibat dalam taktik spionase. Mereka sepakat membeliĀ database tersebut dari kelompokĀ hacker yang diyakini berbasis di Eropa Timur.
[Baca juga: Cara Ketahui Jika Akun Yahoo Ternyata Bermasalah]
Dari banyaknya akun yang diretas dan dijual, Komarov juga menjelaskan jika ternyata ada lebih 150 ribu tentara dan anggota pemerintahan Amerika yang muncul dalamĀ database tersebut. Jika akun āorang pentingā dari Negeri Paman Sam saja sudah muncul dalamĀ database tersebut, bisa dibayangkan berapa banyak āorang pentingā di negara lainnya yang muncul dalamĀ database yang berisi miliaran akun tersebut.
Sekedar informasi, 1 miliar akun pengguna Yahoo yang telah dicuri oleh para hackerĀ pada Agustus 2013 lalu ini berisiĀ nama, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir,Ā hashĀ password (yang menggunakan MD5), dan dalam beberapa kasus lainnya, pertanyaan keamanan serta jawabannya yang telah terenkripsi. NamunĀ data penting lainnya sepertiĀ password dalam bentuk teks serta informasi kartu kredit atau yang berhubungan dengan bank, tidak dicuri sama sekali.
[Baca juga:Ā Serangan Hacker Terparah, 500 Juta Akun Yahoo Dibobol]
Yahoo telah memberitahukan pengguna yang berpotensi terkena dampak dan telah mengambil langkah-langkah untuk mengamankan akun mereka, termasuk mengharuskan pengguna untuk mengubah password mereka. Raksasa mesin pencarian ini juga telah membatalkan pertanyaan keamanan dan jawaban yang terenkripsi, sehingga mereka (hacker) tidak dapat menggunakannya untuk mengakses akun korban.
Nah sekarang mari kita berhitung, jika dengan harga $300,000 atau sekitar Rp 4 miliar untuk membeliĀ database berisi miliaran akun pengguna Yahoo, maka tiap akun tersebut āhanyaā dihargai $0.0003 atau sekitar Rp 4 saja. Meski terhitung sangat murah, tapi bisa dibayangkan dampak bagi banyak orang yang menjadi korbanĀ hacking tersebut. (FHP)




