Telset.id, Jakarta – Google merupakan raksasa pencarian yang berawal dari sebuah garasi di tahun 1998. Saat ini, Google sudah mengeluarkan berbagai produk yang sukses di pasaran selain aplikasi yang sukses, ada produk “nyata” lainnya seperti Chromecast dan Chromebooks.
Tapi ternyata, perusahaan sebesar Google pun punya produk yang kurang mengesankan bahkan kurang laku di pasaran. Apa saja ya produk Google yang kurang mengesankan tersebut? Yuk lihat ulasan khas dari Tim Telset.id berikut ini!
Google TV

2010 lalu, Google berupaya untuk membuat sebuah platform Smart TV yang bekerja sama dengan Intel, Sony dan Logitech. Akhirnya produk tersebut pun langsung meluncur pada 6 Oktober di tahun yang sama. Belum puas, Google langsung meluncurkan generasi kedua dari Google TV hasil bekerja sama dengan LG, Samsung, dan Vizio. Tapi pada akhirnya meski tampak menjanjikan, Google TV tidak dapat bersaing dengan Apple TV, Roku dan Xbox 360 sehingga pada tahun 2014 Google TV dihentikan dan digantikan oleh Android TV.
Google Glass

Saat pertama kali muncul, Google Glass mampu meraih banyak perhatian karena memiliki desain yang tak biasa dan teknologi canggih yang disematkan di dalamnya. Namun akhirnya, mulai banyak penggunanya yang mengeluh lelah pada mata karena banyak sekali pengaturan atau tampilan pada layar prisma sehingga akhirnya produk ini pun menjadi kurang laku.
Project Ara

Proyek smartphone yang sesungguhnya memiliki banyak potensi ini sayangnya harus dihentikan beberapa waktu lalu. Proyek hasil kerjasama antara Google dan Advanced Technology and Projects (ATAP) ini sebenarnya memiliki tujuan untuk menciptakan sebuah smartphone berbasis Android yang unik karena memiliki berbagai potongan-potongan di dalamnya. Potongan tersebut merupakan hardware dari smartphone ini yang bisa dilepas untuk diganti ke spesifikasi yang lebih baik.
Dihentikannya proyek ini kabarnya karena Project Ara merupakan pekerjaan yang terlalu ambisius dan mahal.
Google+

Google+ sebenarnya merupakan platform media sosial yang bagus karena memiliki berbagai fitur unik seperti Circles yang mampu menghubungkan antar penggunanya dengan mudah. Namun media sosial ini tidak bisa bersaing dengan pendahulunya yakni Facebook dan Twitter.
Sebelumnya Google menghadirkan dua media sosial seperti Buzz yang dirilis pada 2010 dan dihentikan pada 2011. Kemudian Google Friend Connect yang hanya bertahan dari 2008 hingga 2012 saja. Meski bergitu, Google+ yang diluncurkan pada 2011 ini masih bertahan hingga sekarang.
Google Wave

Pada 2009 lalu, Google berusaha untuk menggabungkan berbagai platform komunikasi utama secara real-time menggunakan Google Wave. Google menggabungkan email, instant messaging, wiki, web chat dan jejaring sosial dalam satu kesatuan produk yang berdiri sendiri namun membingungkan.
Meski platform ini sebenarnya sangat bermanfaat, namun pada akhirnya Google mengumumkan untuk menghentikannya pada 2010 dan pada 2012 server pada Google Wave resmi ditutup.
Smartphone Nexus

Kenapa smartphone seri Nexus masuk ke daftar ini? Karena smartphone asli besutan Google ini tidak bisa mencapai smartphone sekelas iPhone. Meski tidak bisa bersaing dengan Apple, namun seri ini terus berkembang dari Nexus One yang merupakan Nexus pertama yang diluncurkan pada 2010 hingga Nexus 6P yang merupakan produk terakhir dari seri Nexus pada 2015.
Hingga pada akhirnya Google pun menghentikan seri Nexus dan menggantinya dengan seri Pixel yang memiliki harapan lebih besar untuk bisa bersaing ketat dengan iPhone.
Android@Home

Pada 2011, Google memperkenalkan teknologi rumah pintar atau Smart Home yakni Android@Home. Teknologi ini memungkinkan penggunanya untuk mengontrol lampu, dan perangkat-perangkat yang ada di rumah lainnya hanya menggunakan Android. Namun semenjak hadirnya Google Nest dan Apple Home, Android@Home sudah tidak eksis lagi seperti dulu. [FHP/IF]




