Pertumbuhan Pasar OTT di Indonesia Terus Meningkat

Telset.id, Jakarta – Jumlah pengguna internet di Indonesia mengalami kenaikan setiap tahunnya, hal ini dikuatkan oleh hasil riset lembaga riset international Emarketer memproyeksi jumlah pengguna internet di Indonesia sekitar 102,8 juta jiwa di tahun 2016 dan akan mengalami peningkatan sekitar 123 juta jiwa di tahun 2018.

Desmond Poon, CTO, PT Link Net Tbk. (First Media) mengatakan, rasa optimisnya bahwa pasar layanan Over-The Top (OTT) di Indonesia akan terus mengalami peningkatkan untuk memenuhi kebutuhan generasi millenial yang haus dengan konten-konten informatif. Ekonomi dan infrastruktur menjadi dua faktor utama pendukung pertumbuhan layanan OTT.

Dari segi infrastruktur, pembangunan infrastruktur di Indonesia mengalami perkembangan yang signifikan. Saat ini masyarakat Indonesia tidak hanya bisa merasakan jaringan 3G, namun sudah bisa merasakan internet super cepat di jaringan 4G.

Selain itu, para operator memperluas cakupan layanan broadband, dan hadirnya layanan internet Unlimited seperti BOLT! memberikan pelanggan pengalaman lebih baik dalam menikmati layanan OTT.

Untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan konsumen yang terus meningkat akan konten media dan hiburan terutama saat dalam perjalanan, para operator harus terus melakukan inovasi dalam hal teknologi.

Salah satu strateginya adalah dengan berinvestasi dalam teknologi baru OTT dan Internet of Things (IoT) yang akan melengkapi layanan TV saat ini.

First Media, sebagai penyedia layanan internet dan TV berbayar, menawarkan paket bundling TV berbayar, OTT dan layanan broadband untuk memberikan pengalaman generasi berikut yang lengkap bagi para pelanggan, baik saat mereka di rumah atau pun saat dalam perjalanan.

Kekuatan kami terletak pada kemampuan kami untuk menyediakan layanan yang terintegrasi bagi para pelanggan. Selain memperkaya layanan TV tradisional dengan menawarkan layanan Personal Video Recorder (PVR), Video on Demand (VOD) dan Catch-up TV, kami juga menyediakan layanan OTT seperti aplikasi berbasis Android, termasuk YouTube, aplikasi Google, games dan pencarian melalui suara dengan menggunakan set-top box yang sama.

Dengan persaingan di pasar layanan video OTT yang cukup ketat, operator harus lebih cepat dalam mengamati tren baru, memahami dan menganalisis kebiasaan menonton konsumen dan pilihan gadget mereka agar dapat tetap berada dalam barisan terdepan dan meraih kesuksesan dalam layanan multiplatform. Desmond Poon yakin peningkatan investasi dalan infrastruktur dan konektivitas akan mendukung pertumbuhan layanan video OTT.  (MS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Realme X50t 5G Siap Debut, Spek Mirip X50m 5G

Telset.id, Jakarta – Realme bisa kami sebut sebagai vendor yang paling aktif meluncurkan produk baru di 2020. Setelah baru...

LinkAja Layani Belanja Online di Pasar Tradisional

Telset.id, Jakarta - LinkAja bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menghadirkan layanan belanja online di pasar tradisional. Total ada...

Trafik Data XL Axiata Naik 25% Selama Lebaran 2020

Telset.id, Jakarta - XL Axiata mencatat kenaikan trafik penggunaan layanan data selama lebaran 2020 di tengah pandemi Covid-19 atau...

10 Antivirus Paling Ringan Terbaik untuk PC yang Lemot

Telset.id - Sering kali aplikasi antivirus dianggap sebagai penyebab laptop atau PC menjadi lemot. Hal tersebut karena antivirus berjalan...

Cara Balas Pesan WhatsApp Otomatis di HP Android

Telset.id - Kerap terjadi ketika kita sedang sibuk dengan pekerjaan, sampai lupa balas pesan WhatsApp dari teman, keluarga, atau...
- Advertisement -